5 Strategi Menggeliatkan Industri Perhotelan

Ketua Program Studi Manajemen Perhotelan UPH, Dr. Amelda Pramezwary, A.Par., MM.
Ketua Program Studi Manajemen Perhotelan UPH, Dr. Amelda Pramezwary, A.Par., MM. (KalderaNews/Dok. UPH)

JAKARTA, KalderaNews.com – Ketua Program Studi (Prodi) Manajemen Perhotelan UPH, Dr. Amelda Pramezwary, A.Par., MM menegaskan industri apa pun harus berinovasi di era new normal untuk bertahan tak terkecuali industri pariwisata.

Menurutnya, cara pikir baru harus memperhatikan beberapa faktor yaitu: adaptasi, inovasi, kreativitas, dan cepat tanggap akan situasi yang disruptive.

BACA JUGA:

Amelda lantas menguraikan 5 strategi yang dapat dilakukan di era new normal guna menggeliatkan industri perhotelan Indonesia:

  • Fokus pada peluang
    Terus mengembangkan ide dan fokus pada potensi atau peluang yang disesuaikan dengan resource yang dimiliki, contohnya menerapkan tren cloud kitchen alias tidak perlu menerima dine-in, tapi memanfaatkan layanan food delivery.
  • Adaptasi teknologi
    Teknologi memegang peran kunci memasuki era digital, era virtual, era new normal. Di era new normal, hospitality industry harus memperhatikan aspek hi-tech (penggunaan teknologi canggih) dan hi-touch (keramahtamahan dan personal service yang tetap tidak bisa tergantikan oleh teknologi).
  • Utamakan aspek clean, health, hygiene, sanitation & safety (CHS)
    Dampak dari pandemi Covid-19 ini menjadikan aspek kebersihan sebagai aspek utama yang sangat diperhatikan.
  • Memiliki pedoman atau SOP CHS
    Dalam memastikan bahwa hotel dapat menjamin kualitas kebersihan dan keamanannya, manajemen perlu merumuskan panduan baru yang relevan dengan situasi saat ini yang harus dijadikan minimum standar dalam operasionalnya.
  • Mempraktikan sustainable hospitality operation
    Tata kelola operasional tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, budaya, masyarakat sosial dengan tujuan agar kegiatan dapat selaras memperhatikan upaya berkelanjutan, seperti penerapan konsep green hotel, waste management/tata kelola limbah cair, padat maupun food waste.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*