Begini Kisah Mahasiswa Indonesia Terlibat Penelitian Vaksin Covid-19 di Universitas Oxford

Indra Rudiansyah (Ist.)
Indra Rudiansyah (Ist.)

OXFORD, KalderaNews.com – Hampir semua negara di dunia sedang berlomba mengembangkan vaksin Covid-19. Para peneliti pun terus bekerja keras agar vaksin Covid-19 segera ditemukan. Salah satunya di Inggris, yang digarap sejumlah peneliti di Universitas Oxford.

“Hasil penelitian terbaru, vaksin Covid-19 Oxford menghasilkan kekebalan yang baik,” komentar akun resmi Universitas Oxford.

Nah di balik kabar baik itu, ternyata ada mahasiswa Indonesia yang ikut berperan dalam penelitian vaksin tersebut. Ialah Indra Rudiansyah, pria berusia 29 tahun yang sedang mengambil program doktoral Clinical Medicine, Jenner Institute, Universitas Oxford.

Pria yang lahir di Bandung, Jawa Barat ini merupakan sarjana S1 Mikrobilogi ITB dan S2 Bioteknologi ITB.

BACA JUGA:

Mula-mula, Indra sebenarnya tidak terlibat dalam tim peneliti vaksin Covid-19. Sejak Januari lalu, ia terlibat penelitian malaria. Tetiba, pandemi Covid-19 melanda dunia. Pihak Universitas Oxford pun membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian Covid-19.

Indra pun segera mendaftarkan diri. Indra terlibat dalam tim peneliti sejak awal Mei 2020. Ia bekerja di laboratorium rata-rata 10 jam setiap hari. “Biasanya saya bekerja Senin sampai Jumat. Tapi sekarang, jika dibutuhkan harus siap,” ujarnya.

Dalam tim ini, Indra didapuk untuk menguji respon antibodi dari orang yang telah diberi vaksin. Hal ini penting untuk melihat efektivitas kerja vaksin tersebut.

Dalam tim ini, kisah Indra, ada ratusan peneliti yang bekerja. Sumber daya yang besar ini bertujuan agar vaksin segera bisa dikembangkan dengan cepat. Biasanya, untuk mendapatkan data uji klinis vaksin fase pertama dibutuhkan waktu hingga lima tahun, tapi tim ini bisa menyelesaikan dalam waktu enam bulan.

Namun, Indra mengingatkan, bahwa vaksin yang sudah terbukti efektif melalui uji klinis dan mengantongi ijin edar, masih belum menjadi akhir dari pandemi ini. Masih banyak sekali pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan.

Vaksin harus diproduksi secara massal, melewati rangkaian pengujian kualitas agar efektif digunakan, serta harus melakukan vaksinasi kepada masyarakat. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*