Jurus Hadapi Office Politicking, Dian Sastro: Berlagak Bego Aja

Alumnus SMA Tarakanita 1 Jakarta, Dian Sastro
Alumnus SMA Tarakanita 1 Jakarta, Dian Sastro (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Aktris dan SMA Tarakanita 1 Jakarta, Dian Sastro mengaku bahwa politik tempat kerja (office politicking) atau politik kantor itu ada dimana-mana. Di semua kantor ada office politicking.

“Saya tahu banget apa yang namanya office politicking dan itu ada di mana-mana. Di semua kantor akan ada selalu yang namanya office politicking atau politik tempat kerja,” akunya baru-baru ini menjawab pertanyaan siswa saat didapuk menjadi guru secara daring bagi para siswa SMA dan SMK Tarakanita Kelas X dan XI saat pandemi Covid-19 bertajuk “Menemukan Passion untuk Hidup yang Lebih Powerful“.

Ia menegaskan di karir apa pun, bahkan di dunia seni (film) yang nggak kantoran, politik tempat kerja itu tetap ada. Oleh sebab itu, penting tentunya mengetahui struktur formal dan struktur informal yang ada.

BACA JUGA:

Ia menerangkan kalau dalam tempat kerja itu ada struktur formal: bosnya siapa hingga bawah bosnya itu siapa Ini disebut struktur perusahaan. Pembagian tugasnya jelas. Tapi di tempat kerja mana pun, ada yang namanya struktur informal. Siapa itu gengnya siapa dan temennya siapa.

“Di sekolah juga ada struktur formal dan informal. Kita harus ngerti struktur informal, meski kita tidak tahu politiknya. Pepatah dalam dunia kerja, kalau mau sukses jangan ikuti office politicking,” aku aktris bernama lengkap Dian Paramita Sastrowardoyo kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982.

“Kalau kamu masuk dunia kerja yang office politickingnya sangat kental, dimana mereka bikin kamu nggak nyaman dan dijudge hasil kerjanya, caranya tetap harus baik dan punya prasangka positif terhadap mereka semua. Meski kita sudah jelas-jelan dijahatin, kita berlagak bego aja, berlagak nggak nyadar kalau mereka lagi ngebully kita.”

Ia menambahkan bahwa kita diomongin di belakang, yang pasti harus tetap baik dan mau menunjukkan semangat kerja sama yang baik.

“Semua itu perlu kamu tampar dengan kinerja dan prestasi kamu. Kamu harus tunjukkan kalau kamu jauh lebih baik dari yang mereka bayangkan.”

Kalau mereka bilang kita bukan pekerja yang baik maka tunjukkan performa yang di luar ekspektasi mereka. Terus-terusan tunjukkan performa maka akan mati sendiri itu gosip-gosip yang nggak bener dan mereka akan hormat sendiri dengan kinerja kita.

Yang penting tentunya memanage perasaan karena ini pasti berat dan sedih. Manage diri untuk tetap bahagia dan happy, walaupun orang jahatin kita.

“Satu kuncinya kebahagiaan itu nggak boleh bergantung, apakah orang itu baik sama saya atau nggak. Nggak ada yang baik sama kamu pun, kamu harus bisa menyanyangi diri kamu sendiri (selflove), setidaknya oleh diri kamu sendiri,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*