Ribuan Jemaat Hadiri Ibadah dan Perayaan Online HUT 7 Dasawarsa BPK PENABUR

Pendeta Jotje Hanri Karuh di ibadah dan perayaan online HUT 7 Dasawarsa BPK PENABUR, Minggu, 19 Juli 2020
Pendeta Jotje Hanri Karuh di ibadah dan perayaan online HUT 7 Dasawarsa BPK PENABUR, Minggu, 19 Juli 2020 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Ribuan jemaat yang terdiri atas peserta didik, orang tua, alumni dan keluarga besar BPK PENABUR menghadiri perayaan online HUT 7 Dasawarsa BPK PENABUR di channel Youtube BPK PENABUR OFFICIAl, Radio RPK FM 96.30, YouTube RPK FM, dan Youtube YKB, Minggu, 19 Juli 2020.

Genap berusia 70 tahun tepat pada 19 Juli 2020, Badan Pendidikan Kristen (BPK) PENABUR mengawali perayaan HUT ke-70 dengan ibadah online yang dipimpin oleh Pendeta Jotje Hanri Karuh dari GKI Kebonjati. Ibadah dilayani oleh GKI Samanhudi, GKI Gunung Sahari, GKI Gading Serpong, GKI Perniagaan, GKI, Kebon Jati, GKI Villa Melati Mas, GKI Kedoya, GKI Kepa Duri, GKI Kanaan

Pendeta Jotje Hanri Karuh dari GKI Keboj Jati mengawali khotbahnya dengan mengutip pernyataan Kaisar Jepang Hirohito dan Nelson Mandela yang menyadari pentingnya pendidikan untuk kemajuan dunia.

BACA JUGA:

“Berapa jumlah guru yang masih hidup? Ini pertanyaan Kaisar Jepang Hirohito (1945), setelah Jepang dibom atom oleh Amerika dan kalah dalam Perang Dunia II. Hirohito menyadari bahwa pendidikan adalah hal yang paling mendasar bagi jepang untuk bangkit dari kekalahan untuk menjadi negara yang kuat. Nelson Mandela juga mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia,” tandasnya.

BPK PENABUR yang terjun ke dunia pendidikan ingin membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, imbuhnya, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh berdasarkan nilai-nilai Kristiani, sehingga berdampak positif bagi kehidupan bersama melalui pelayanan atau sikap hidup yang dilakukannya.

“Kehadirannya menjadi berkat bagi siapa pun. Lulusannya tidak hanya menjadi pribadi yang hanya mengejar karir, tetapi menjadi pribadi yang bernilai dan berdampak bagi kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai Kristiani.”

Baginya, pendidikan di BPK PENABUR sudah sejalan dengan yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, yakni pendidikan yang harus menghasilkan peserta didik yang mempunyai kompetensi 6 C (Creativity, Colaboration, Communication, Critical Thinking, Compassion dan Computational Logic).

Karena itulah, lulusan BPK PENABUR adalah peserta didik yang memiliki kecerdasan, kreativitas, tanggap terhadap tantantan dan kebutuhan zaman yang serba kompleks dan terus berubah serta punya karakter diri yang baik.

“70 tahun BPK PENABUR ada dan berkarya di negeri ini. 70 Tahun Tuhan menyertai perjalanan BPK PENABUR. Ada banyak pencapaian yang telah diraih BPK PENABUR dalam kehadirannya. BPK PENABUR dikenal sebagai sekolah terbaik di Indonesia. Kita bersyukur, tetapi tetap harus berharap, berdoa dan berusaha agar BPK PENABUR terus bertumbuh dan berkembang.”

Untuk itulah ia menyarankan 5 perubahan yang perlu dilakukan:

Pertama, tanggap terhadap perubahan. Ia berpesan, jangan sampai keberhasilan yang telah diraih membuat abai terhadap perubahan dan kemajuan yang harus terus diupayakan.

Kedua, proses menghidupi perubahan agar BPK PENABUR semakain lebih baik harus menjadi gerak komitmen bersama.

Ketiga, menjadi semakin peduli dan berbagi hanya bisa terjadi jika BPK PENABUR mempunyai lingkaran kepedulian yang semakin luas.

Keempat, peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik serta peningkatan kesejahteraannya.

Kelima, sertakan Tuhan dalam setiap proses pelayanan dan upaya perubahan yang kita lakukan.

“Berani berubah adalah modal untuk memulai dan menciptakan dan merancang perubahan bagi 70 tahun BPK PENABUR dan bahkan 100 tahun ke depan. Jangan biarkan keberhasilan yang sudah kita raih, nama baik dan nama besar yang sudah kita sandang membuat kita abai dan anti perubahan,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*