Semua Muridnya Dapat Nilai A* Ujian Matematika, Guru Ini Jadi Selebriti di Kotanya

Francis Elive bersama siswa-siswa SMA Fitzalan, Cardiff, yang meraih nilai A* ujian Matematika (Wales News Service)

JAKARTA, KalderaNews.com — Guru berusia 55 tahun itu dikenal pendiam. Namun murid-muridnya menyenanginya karena sikap kebapakannya.

Pria pendiam itu kemudian jadi pembicaraan di Cardiff, Wales, karena seisi kelas yang diajarnya, 30 orang jumlahnya, berhasil memperoleh nilai A* pada ujian GCSE (The General Certificate of Secondary Education). Ini adalah semacam ujian nasional di Inggris, yang diharuskan untuk siswa berusia 15-16 tahun, setelah menempuh pelajaran selama dua tahun di sekolah menengah.

Dikutip dari pemberitaan The Guardian, Francis Elive, guru tersebut, menjadi selebriti di kota itu pada Januari lalu, karena seluruh siswa kelas 11 Sekolah Menengah Fitzalan mendapat nilai tertinggi Matematika. Lebih hebatnya lagi, mereka mengikuti ujian itu enam bulan lebih awal dari jadwal biasanya.

Di Inggris ujian GSCE memang dapat dijalankan lebih awal, manakala siswa dianggap siap.

BACA JUGA:

Murid-murid Sekolah Menengah Atas Fitzalan yang meraih nilai paling top itu telah diajar oleh Elive sejak mereka masuk ke sekolah itu. Banyak dari mereka mencapai nilai nyaris sempurna dalam ujian.

Dalam sebuah wawancara dengan Wales Online, asisten kepala sekolah Fitzalan, Jo Kemp, memberikan penghormatan kepada Elive dan murid-muridnya.

“Saat akan membuka hasil ujian, kami melakukan hitung mundur sehingga seluruh murid membukanya pada saat yang bersamaan. Ada diantara mereka yang seolah-olah tidak bisa bernafas ketika mereka melihat hasil ujian mereka, dan kemudian semua menyadari bahwa mereka memperoleh hal yang sama,” kata Kemp.

Dia mengatakan Elive, yang telah mengajar di sekolah itu sejak tahun 1997, sangat bersemangat tentang Matematika. “Dia orang yang cukup pendiam, tetapi dia seorang yang kebapakan, seseorang yang sosoknya disukai oleh anak-anak kita,” kata dia.

“Dia menanamkan keyakinan bahwa mereka telah mencoba mengerjakan semua soal Matematika paling sulit yang harus mereka hadapi, jadi mengapa takut menghadapi ujian? Kepercayaan tersebut, yakni keyakinan bahwa mereka benar-benar dapat melakukannya, yang membuat anak-anak itu menganggapnya seperti mujizat. ”

Sekolah Fitzalan sendiri adalah sekolah yang berperingkat tinggi walaupun berada di wilayah yang penduduknya banyak yang kurang mampu. Sekitar 70 persen murid-muridnya datang dari latar belakang etnik minoritas, dan Bahasa Inggris bagi mereka hanya sebagai bahasa kedua,

Tidak seperti di wilayah Inggris lainnya, di Wales cara penilaian GCSE masih memakai tingkatan A hingga G, belum memakai angka dari 9 sampai 1.

Nilai A* adalah nilai tertinggi yang diperkenalkan sejak tahun 1994. Nilai A* dipakai untuk menunjukkan pencapaian yang istimewa.

Pencapaian murid-murid ini terasa semakin luar biasa karena tahun lalu hanya 13 persen siswa Sekolah Fitzalan yang mengikuti ujian tersebut mencapai nilai A atau lebih.

Cllr Sarah Merry, seorang pejabat pendidikan di Cardiff, menyambut keberhasilan sekolah ini.

“Hasil yang luar biasa. Saya tidak berpikir saya pernah mendengar tentang seluruh kelas mencetak A*,” katanya.

“Saya ingin memberi selamat kepada semua murid, guru mereka, Pak Elive, dan tentu saja untuk sekolah mereka, atas pencapaian luar biasa ini.”

Selain Matematika, ada berbagai mata pelajaran lain yang termasuk dalam ujian GSCE.

Tidak semua mata pelajaran dalam GSCE harus diikuti. Di Wales, hanya lima mata pelajaran wajib yaitu Matematika, Sains, Bahasa Inggris dan Sastra, namun tidak diwajibkan untuk mengikuti ujian GSCE. Kendati demikian, sebagian besar murid mengambil ujian GSCE untuk mata pelajaran tersebut.

Sebagian besar sekolah di Inggris mengharuskan siswanya lulus ujian GSCE untuk lima atau lebih mata pelajaran, sebelum mereka dapat mengikuti pelajaran di level A. Lulus dari Level A merupakan persyaratan yang diharuskan oleh sebagian besar universitas di Inggris bila siswa ingin melanjutkan studi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*