Unika Atma Jaya Luncurkan AtmaBot Untuk Melayani Pasien Covid-19

Rektor Unika Atma Jaya, Dr.A.Prasetyantoko bersama Direktur RS Atma Jaya dr.Shennny Nurmala, MM dan tim Fakultas Teknik UAJ saat peluncuran robot yang diberi nama AtmaBot
Rektor Unika Atma Jaya, Dr.A.Prasetyantoko bersama Direktur RS Atma Jaya dr.Shennny Nurmala, MM dan tim Fakultas Teknik UAJ saat peluncuran robot yang diberi nama AtmaBot (KalderaNews/Dok. Humas Atma Jaya)

Fakultas Teknik Unika Atma Jaya Jakarta menciptakan AtmaBot, robot yang bertugas sebagai media komunikasi dan mengantarkan makanan, minuman, obat kepada pasien covid-19 di kamar isolasi. Tujuan pembuatan robot ini untuk meringankan beban tenaga medis dalam menangani pasien covid-19 khususnya untuk ruang isolasi di RS Atma Jaya, agar meminimalisir kontak langsung tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan pasien.

JAKARTA, KalderaNews.com – Jumlah kasus positif virus Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Dari data worldometer, jumlah kasus di Indonesia menempati urutan 23 dunia, dan telah mencapai lebih dari 110.000 orang. Jumlah kematian tercatat 5300 orang, sekitar 4,7% dari kasus positif. Data dari Pengurus Besar IDI menyebutkan hingga awal Agustus 2020 sudah ada 72 dokter yang meninggal karena Covid-19. Selain dokter juga terdapat cukup banyak dokter gigi dan perawat yang gugur akibat terinfeksi Covid-19 yang tertular dari pasien.

Melihat kejadian ini, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya, Ikatan Alumni Fakultas Teknik Unika Atma Jaya (Aku Teknik) serta Rumah Sakit Atma Jaya merancang sebuah robot pelayan untuk mengurangi kontak fisik secara langsung antara pasien Covid-19 dengan tim medis. Robot tersebut diberi nama AtmaBot.

Proyek ini dikerjakan oleh Pusat Robotika dan IoT (PATRIOT) Fakultas Teknik, yang melibatkan dosen Teknik Elektro, Teknik Mesin, Alumni Fakultas Teknik, mahasiswa, laboran, dan berkolaborasi dengan dokter RS Atma Jaya. Tim terdiri dari Nova Eka Budiyanta, M. Pd., M.T, Ir. Linda Wijayanti, M.Sc, Dr. Ing. Widodo Widjaja Basuki, Ir. Harlianto Tanudjaja, M.Kom., IPM, Ir. V. Budi Kartadinata, S.E., M.T., IPM, dr. Cisca Kuswidyati Sp.M, M.Sc, Rizki Surya Permana, S.Pd, dan Vincentius Raditya Putra.

BACA JUGA:

Ketua tim perancang sekaligus Dosen Fakultas Teknik Unika Atma Jaya Nova Eka Budiyanta, S.Pd., M.Pd., M.T mengatakan bahwa proyek ini untuk meringankan beban tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19, khususnya untuk ruang isolasi di RS Atma Jaya. Tujuan dari membuat robot ini untuk meminimalisir kontak tenaga medis dengan pasien.

“Proyek perancangan robot ini untuk meringankan beban tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19, khususnya untuk ruang isolasi di RS Atma Jaya. Tujuan dari penggunaan robot ini untuk meminimalisir kontak langsung antara tenaga medis dengan pasien,” kata Nova.

Ia juga menjelaskan beberapa fungsi dari AtmaBot adalah membantu kunjungan atau kontrol dokter kepada pasien, pemberian obat serta makanan kepada pasien. Uniknya, robot ini juga bisa sebagai perantara komunikasi antara pasien dan dokter melalui video conference.

“Adapun fungsi dari AtmaBot antara lain seperti kunjungan dokter, pemberian obat, dan juga makanan untuk pasien sehingga diharapkan juga dapat meminimalisir penggunaan APD mengingat ketersediaan APD yang juga terbatas. Robot dikendalikan dari jarak jauh oleh operator/dokter dari luar ruang isolasi untuk dapat masuk ke kamar pasien, dan robot juga sebagai perantara komunikasi antara pasien dengan dokter via video conference,” jelasnya.

Proses perancangan dan pengerjaan AtmaBot ini membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Adapun kendala yang dihadapi karena kebijakan PSBB sehingga pengiriman bahan baku atau komponen sedikit terhambat.

Pengujian AtmaBot juga dilakukan dengan standar pengoperasian secara fungsi dan keamanan dengan target pengoperasian standar untuk dikendalikan dari jarak jauh secara wireless. Meski projek ini belum dipatenkan atau terdaftar HKI, namun setelah pengembangan pertama ini selesai dan dapat dioperasikan akan dilanjutkan untuk proses pengajuanpaten.

Rektor Unika Atma Jaya, Dr.A.Prasetyantoko bersama Direktur RS Atma Jaya dr.Shennny Nurmala, MM saat peluncuran robot yang diberi nama AtmaBot
Rektor Unika Atma Jaya, Dr.A.Prasetyantoko bersama Direktur RS Atma Jaya dr.Shennny Nurmala, MM saat peluncuran robot yang diberi nama AtmaBot (KalderaNews/Dok. Humas Atma Jaya)

Proyek ini melibatkan mahasiswa dan juga laboran terkait pengerjaan robot dari segi desain dan rancang bangun elektronik serta mekaniknya. Dengan demikian mahasiswa juga dapat memetakan masalah dan menyelesaikan masalah yang diimplementasikan pada pembuatan AtmaBot. AtmaBot merupakan sumbangsih Fakultas Teknik Unika Atma Jaya bagi Indonesia menandai Dies Natalis Unika Atma Jaya yang tahun ini berusia 60 tahun dan Fakultas Teknik yang ke-59.

Nova berharap upaya pembuatan AtmaBot ini dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 dan mencegah penularan virus kepada tim medis. Diharapkan proyek ini tidak hanya digunakan di Rumah Sakit Atma Jaya saja, tetapi dapat berkontribusi untuk rumah sakit yang lain juga.

“Harapannya semoga usaha kita semua ini bisa bermanfaat untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 ini khususnya di Rumah Sakit Atma Jaya dan jika projek ini berhasil lancar kita bisa perbanyak robot sehingga tidak menutup kemungkinan Unika Atma Jaya bisa berkontribusi untuk rumah sakit yang lain juga.

Rektor Unika Atma Jaya, Dr.A.Prasetyantoko mengapresiasi kontribusi dan karya dari FT UAJ dan Alumni FT UAJ yang berhasil merancang dan meluncurkan AtmaBot. Ini menjadi bentuk nyata dari Unika Atma Jaya dalam proyek kemanusiaan yang akan dimanfaatkan tenaga medis di RS Atma Jaya menangani pasien Covid-19. Ini merupakan fase pertama dari AtmaBot yang ke depannya akan ditingkatkan terus untuk kepentingan publik.

“Selamat kepada Fakultas Teknik yang tergabung dari dosen, mahasiswa bahkan alumni yang telah berkontribusi merancang AtmaBot. Ini merupakan suatu terobosan dan kontribusi dalam menghadapi Covid-19. Ke depan, AtmaBot akan terus ditingkatkan dari segi kualitas dan fungsinya,” kata Rektor.

Fakultas Teknik Unika Atma Jaya saat ini memiliki Pusat Robotika dan IoT (PATRIOT) sebagai wadah untuk melakukan riset lintas prodi, kompetisi, dan pengembangan media pembelajaran. Selain proyek Atmabot, PATRIOT sebelumnya telah mengembangkan Robot Arm 6 DOF untuk industri, autonomous vehicle, mobile robot untuk inspeksi pipa dan hybrid (memiliki dua fungsi menjadi robot legged dan wheeled) yang pernah lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan juga menjadi juara di beberapa kompetisi dan sempat mendapat penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pengembangan lain juga terdapat pada pembuatan robot dalam media pembelajaran untuk mahasiswa. Hasil dari proyek robot ini bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan robotika dan publikasi ilmiah dalam seminar maupun jurnal nasional dan internasional.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,146 views