Heboh Ospek Daring Unesa, Tak Boleh Ada Kekerasan Lagi

Ilustrasi: PKKMB 2020 Universitas Negeri Surabaya. (KalderaNews.com/Dok. Unesa)
Ilustrasi: PKKMB 2020 Universitas Negeri Surabaya. (KalderaNews.com/Dok. Unesa)

SURABAYA, KalderaNews.com – Beberapa hari lalu ramai diperbincangkan potongan video ospek daring di Universitas Negeri Surabaya alias Unesa. Video tersebut pun viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, seorang kakak tingkat atau senior memarahi mahasiswa baru yang tak mengenakan ikat pinggang. Adegan inilah yang memicu reaksi warganet, lantaran menilai ospek Unesa berlebihan dan tidak bermanfaat.

BACA JUGA:

Atas kejadian tersebut, pihak Unesa pun kemudian merilis pernyataan resmi yang juga viral di media sosial Twitter. Pernyataan yang ditandatangani Rektor Unesa, Nurhasan, menyesalkan kejadian itu. Ia juga mengakui adanya kekeliruan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa. Pihak Unesa juga telah memberikan evaluasi sekaligus melakukan bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Kejadian seperti di Unesa ini sebenarnya bukanlah yang pertama. Hampir saban tahun, kegiatan orientasi mahasiswa selalu menarik perhatian masyarakat. Bahkan, beberapa tahun lalu, kegiatan serupa pernah memakan korban jiwa.

Lantas, apa sebenarnya Ospek?

Menurut KBBI, ospek adalah orientasi studi dan pengenalan kampus. Sesuai nama itu, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru.

Nah, Dikti Kemendikbud juga telah mengeluarkan panduan untuk melakukan ospek, atau yang kemudian diberi istilah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru alias PKKMB.

Dalam panduan dijelaskan bahwa PKKMB bertujuan menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa serta mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kegiatan PKKMB diharapkan menjadi sarana penanaman 5 program gerakan nasional revolusi mental, yakni Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Maka, PKKMB memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global.

Metode Pelaksanaan
Tujuan umum PKKMB 2020 adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Berikut ini metode PKKMB 2020 dari Dikti Kemendikbud:

  1. Penyampaian materi dilakukan secara daring atau webinar yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing perguruan tinggi.
  2. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan metode lain yang disesuaikan dengan kondisi daring serta memanfatkan media kreatif dan teknologi informasi yang familiar dengan generasi milenial.
  3. Tempat penyelenggaraan adalah di tempat tinggal masing-masing atau menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
  4. Kegiatan dilaksanakan 2 sampai dengan 5 hari, dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir maksimal pukul 17.00 atau waktu yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap institusi.

Seluruh kegiatan PPKMB tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada peserta didik senior, tanpa ada proses bimbingan dan pendampingan yang memadai. Perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing, sehingga terjadi penyimpangan berbentuk aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik, dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa yang tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan bagi mahasiswa baru, orang tua dan masyarakat pada umumnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*