Perkantoran Swasta Jadi Biang Kerok Penambahan Pasien Positif Covid-19

Petugas memeriksa dengan alat thermo scanner di sejumlah pintu masuk perkantoran yang ada di Sudirman Central Business District atau SCBD di Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2020
Petugas memeriksa dengan alat thermo scanner di sejumlah pintu masuk perkantoran yang ada di Sudirman Central Business District atau SCBD di Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2020 (KalderaNews/Malena)

JAKARTA, KalderaNews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perkantoran di DKI Jakarta kini menjadi klaster penularan Covid-19. Banyak pasien positif muncul dari perkantoran.

Oleh sebab itu, Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) total mulai Senin, 14 September 2020 akan fokus pada pembatasan area perkantoran.

Ditegaskannya, perkantoran swasta dinilai masih kurang dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19. Oleh sebab itu, hanya 25 persen dari karyawan kantor bisa masuk dan bekerja dari kantor selama PSBB total 2020.

BACA JUGA:

Begitu juga perkantoran swasta non esensial yang bisa beropresai dengan pembatasan kapasitas, apabila harus berkantor dibatasi maksimal 25 persen.

Apabila ditemukan kasus positif Covid-19 di lokasi kegiatan perkantoran maka seluruh lokasi gedung akan ditutup paling sedikit tiga hari operasional.

Lantas seperti apa aturan penerapan PSBB total di DKI Jakarta?

  • Kegiatan perkantoran di Jakarta harus tutup dan bekerja dari rumah (work from home). Hanya ada 11 bidang usaha yang boleh berjalan dan tidak boleh beroperasi penuh seperti biasa karena jumlah karyawan harus dibatasi. Ada pun 11 bidang usaha esensial atau vital yang boleh tetap berjalan dengan pembatasan yakni: kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar/utilitas publik/dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
  • Seluruh tempat hiburan harus tutup, termasuk Ancol, Ragunan, Monas, dan taman-taman kota
  • Kegiatan belajar tetap berlangsung dari rumah (PJJ)
  • Usaha makanan diperbolehkan, tapi tidak boleh makan di tempat. Hanya untuk dibawa pulang atau diantar.
  • Tempat ibadah terbatas hanya bagi warga setempat dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.
  • Transportasi publik dibatasi dengan ketat jumlah dan jam operasionalnya. Ganjil-Genap untuk sementara ditiadakan.

Ada pun hal-hal yang boleh dilakukan selama PSBB total dengan protokol kesehatan:

  • Membeli kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan. So, selama PSBB nanti warga hanya diperbolehkan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan.
  • Mengirim barang dan memesan makanan online
  • Beribadah berjemaah di lingkungan sekitar
  • Work from office hanya untuk 11 sektor esensial

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


217 views