SIAP Unpar 2020, Jadi Mahasiswa Adaptif di Ruang Digital

Ilustrasi: Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (KalderaNews.com/Dok.Unpar)
Ilustrasi: Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (KalderaNews.com/Dok.Unpar)

BANDUNG, KalderaNews.com – Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memulai kegiatan Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) 2020 yang merupakan rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Ini juga sebagai awal pengenalan universitas kepada mahasiswa baru angkatan 2020/2021. Tak seperti biasa, SIAP kali ini tampil secara adaptif di tengah kondisi pandemi Covid-19 melalui ruang digital.

Rangkaian kegiatan SIAP digelar secara virtual. Wakil Rektor Bidang Akademik, Tri Basuki Joewono, Ph.D mengatakan, jumlah mahasiswa baru yang bergabung menjadi keluarga Unpar tahun ini mencapai lebih dari tiga ribu mahasiswa. Mereka diseleksi melalui beragam jalur, seperti Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), ujian saringan masuk (USM) maupun ujian masuk bersama (UMB). Mahasiswa baru ini tersebar dalam 17 program studi di 7 fakultas.

BACA JUGA:

Sementara, Rektor Unpar, Mangadar Situmorang, Ph.D memberikan sambutan hangat kepada seluruh mahasiswa baru yang turut hadir dalam acara SIAP 2020. Dia berharap, Unpar dapat menjadi sarana bagi para mahasiswa baru untuk memiliki masa depan yang lebih cerah, serta memberi kemudahan untuk mencapai cita-cita dan kesuksesan di masa mendatang.

Kegiatan SIAP diawali dengan talkshow dengan tema “Pengantar SINDU, Spiritualitas Nilai-Nilai Dasar Unpar”. Talkshow ini menghadirkan empat narasumber, yakni Romo Yohanes Riyanto (Kepala Lembaga Pengembangan Humaniora), Muhammad Arifin Dobson (Alumni Fisika 2014 Unpar), Daniel Pontas (Ketua Senat Mahasiswa 2020), dan Muhammad Hakkinen Malik (Ketua BEM Unpar 2020).

SINDU, papar Romo Yohanes, merupakan ciri khas dari “Kampus Jingga” ini. SINDU memiliki tiga nilai dasar, yaitu manusia yang utuh (humanum), cinta kasih dalam kebenaran (caritas in veritate), dan hidup dalam keberagaman (bhinneka tunggal ika). Tiga nilai dasar itu wujud harapan seluruh sivitas Unpar untuk hidup sebagai manusia yang seimbang dan utuh, mencintai sesama manusia, serta menghargai keberagaman.

Tiga nilai dasar ini diterjemahkan dalam tujuh prinsip etis. Ketujuh prinsip etis itu adalah keterbukaan, transformatif, kejujuran, keberpihakan pada kaum papa, bonum commune, subsidiaritas, serta nirlaba.

Sementara Daniel dan Malik berkisah di masa awal pembelajaran di Unpar, terutama saat harus memahami dan menerapkan nilai dasar SINDU. Malik mengatakan, contoh yang akan sangat terasa selama berproses di Unpar adalah hidup dalam keberagaman.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*