Simak, Inilah Kriteria Penerima Bantuan Presiden untuk UMKM!

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari pada tajuk diskusi "Bantuan UMKM, Efektifkah?" (4/9) (KalderaNews/ Dok. Kominfo)
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari pada tajuk diskusi "Bantuan UMKM, Efektifkah?" (4/9) (KalderaNews/ Dok. Kominfo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Bantuan UMKM, Efektifkah?” telah dilaksanakan pada 4 September 2020 lalu. Diskusi digelar secara virtual dengan mengundang Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.

Pemerintah menggalakkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terdampak akibat pandemi Covid-19 melalui UMKM. Sejak 17 Agustus 2020 lalu pemerintah menggelontorkan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro hingga Desember 2020. Pemerintah menargetkan 9,1 juta hingga 12 juta pelaku usaha mikro menerima bantuan pada tahun ini.

Syarat bagi pelaku usaha UMKM untuk menerima Banpres adalah sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki alamat KTP dan domisili usaha yang berbeda, maka dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU)
  • Tidak sedang menerima bantuan pembiayaan dari perbankan atau Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  • Memiliki usaha mikro yang dibuktikan melalui surat usulan calon penerima Badan Pembinaan Usia Muda (BPUM) dari pengusul BPUM beserta lampirannya
  • Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian NKRI, pegawai BUMN atau BUMD.

BACA JUGA:

Menurut Supari, tepat sasaran atau tidak suatu bantuan dapat dilihat melalui validasi data saat turun lapangan. Dengan demikian, BRI bekerja sebagia dua bagian, yakni pengusul dan penyalur. Dari segi pengusul, BRI memetakan pelaku usaha berdasarkan nominal saldo. Menurutnya, saat ini terdapat 3,4 juta pedagang atau wiraswasta mikro yang belum terjangkau perbankan atau rata-rata saldo di bawah 2 juta.

Selain itu, ia membagi profil kerentanan UMKM ke dalam 4 matriks, yakni vulnarable alias tidak bertahan, sehingga masuk kriteria Bansos atau Bantuan Produktif Usaha Mikro. Kemudian, survival, striving, dan upgrader. Ketiga matriks masuk kategori Bantuan Presiden yang diprioritaskan.

Sementara, BRI sebagai penyalur bertugas untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dari membuka rekening hingga menyampaikan data calon penerima Banpres kepada kepala dinas Kementerian Koperasi (Kemenkop) setempat. Lalu, data divalidasi oleh kantor pusat Kemenkop dan UKM. Setelah valid, dana langsung diberikan kepada pelaku usaha di hari yang sama.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


371 views