Dosen Fikes UNAS Ungkap Health Literacy Kurangi Obesitas. Apa Maksudnya?

Dr. Siti Syamsiah S.ST.M.Keb (tengah) paparkan health literacy pada obesitas anak. Penelitiannya mengungkapkan bahwa kemampuan mengolah informasi kesehatan dapat menekan angka obesitas pada anak (KalderaNews/Dok.UNAS).
Dr. Siti Syamsiah S.ST.M.Keb (tengah) paparkan health literacy pada obesitas anak. Penelitiannya mengungkapkan bahwa kemampuan mengolah informasi kesehatan dapat menekan angka obesitas pada anak (KalderaNews/Dok.UNAS).

JAKARTA, KalderaNews.com – Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional, Siti Syamsiah, S.ST., M.Keb mengangkat disertasi yang berjudul “Model Prediksi Perilaku Kesehatan Berdasarkan Literasi Kesehatan Pada Ibu Dengan Anak Obesitas.” Penelitian tersebut membahas model prediksi perilaku kesehatan berdasarkan literasi kesehatan pada ibu dengan anak obesitas. Menurutnya, obesitas pada anak sangat terkait dengan fungsi health literacy pada orang tua.

Health literacy merupakan kemampuan orang tua untuk memiliki kapasitas untuk mendapatkan, mengelola, dan memahami informasi kesehatan secara mendasar. Ia menjelaskan bahwa obesitas dapat dikendalikan oleh pemantauan berat badan pada anak. Upaya penerapan health literacy dapat dimulai dari membangun gaya pengasuhan dan manajemen melalui pemberian diet pada anak dan menjaga kebiasaan gaya hidup anak melalui aktivitas fisik yang baik.

“Disertasi ini fokus pada upaya orang tua dalam hal ini ibu dan ayah dalam konteks keluarga, dituntut untuk mampu berperan secara lebih maksimal dalam memiliki kapasitas untuk mendapatkan, mengelola, dan memahami informasi kesehatan secara mendasar dan layanan yang dibutuhkan untuk kesehatan yang tepat bagi anak-anaknya supaya terhindar dari obesitas,” tutur Syamsiah.

BACA JUGA:

Health literacy yang baik akan efektif untuk pencegahan dan penekanan angka kejadian obesitas pada anak. Menurutnya, health literacy akan memengaruhi kemampuan orang tua dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan sistem pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan, untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Cara sederhana untuk menerapkan peran tersebut ialah pembelian dukungan untuk peningkatan pengetahuan mengenai obesitas.

“Oleh karenanya, dengan meningkatkan Health literacy, maka dapat memperbaiki perilaku kesehatan yang pada gilirannya mengurangi obesitas. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan health literacy adalah dengan memberikan pengetahuan dan dukungan yang terus menerus,”

Untuk mendapatkan pengaruh health literacy, ia memaparkan bahwa hal ini berkaitan dengan perilaku kesehatan ibu untuk mencegah obesitas pada anak. Lalu, sosial media dapat menjadi kanal untuk menyebarkan informasi mengenai perawatan dan literasi kesehatan mengenai bahaya obesitas pada anak.

“Kesimpulan penelitian ini adalah model perilaku kesehatan ibu berdasarkan literasi kesehatan atas risiko obesitas pada anak mampu membentuk perilaku kesehatan ibu dalam mencegah obesitas pada anak,” ujar Syamsiah yang juga Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jakarta.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*