4 Cara Mudah Rayakan Maulid Nabi dengan Aman dan Sehat

Ilustrasi poster Maulid Nabi Muhammad SAW (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi poster Maulid Nabi Muhammad SAW (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Bulan Oktober 2020 di Indonesia diisi oleh serangkaian tanggal merah, salah satunya liburan dalam rangka menyambut hari Maulid Nabi. Biasanya, hari istimewa bagi umat muslim ini dirayakan dengan sholawat. Akan tetapi, pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia, sehingga merayakannya harus dengan protokol kesehatan ketat.

Supaya tetap aman, inilah cara rayakan maulid nabi dengan protokol kesehatan dan jaga jarak di tengah pandemi:

Kumpul Daring

Biasanya, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW diisi oleh pengajian dan berkumpul di tempat yang sama. Kali ini, Maulid Nabi harus dirayakan secara virtual. Aplikasi Zoom atau Google Meet menjadi kawan masyarakat muslim di Ibu Kota yang memiliki akses internet untuk silaturrahmi virtual.

BACA JUGA:

Memang tidak jauh-jauh dari virtual, akan tetapi jika dirayakan dengan lingkungan yang penuh suka cita, maka kualitas interaksi tetap baik dan tidak sepi. Pengajian dan sholawat bisa dilakukan secara daring dengan lebih bermakna dari segi materi kajian.

Belajar Silsilah Nabi Muhammad SAW

Bagi murid sekolah yang kebagian tugas sekolah pelajaran Agama Islam, tidak ada salahnya sambil belajar silsilah keluarga Nabi Muhammad SAW. Siswa dapat mempelajari sejarahnya sambil mempelajari sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW selama hidup.

Puasa Sunah

Puasa sambil jaga jarak juga merupakan cara rayakan Maulid Nabi dengan suka cita yang aman. Merayakan hari libur panjang, salah satunya maulid nabi dengan berkumpul bersama keluarga merupakan cara paling ideal daripada nongkrong tidak ada esensinya.

Saling Bantu

Pada zaman Nabi Muhammad SAW pernah terjadi wabah yang menular. Berdasarkan catatan sejarah, wabah yang sering terjadi yaitu kusta dan lepra. Ada baiknya jika merayakan Maulid Nabi bukan hanya dengan kajian, tetapi juga saling bantu antar sesama untuk meringankan beban dari efek pandemi. Misalnya, mengirimkan makanan atau menyantuni anak yatim secara virtual. Ada banyak cara supaya diri tetap aman tanpa membuat kerumunan.


* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*