Di Luar Banyak Prediksi, World Food Programme Raih Nobel Perdamaian 2020

India adalah rumah 1/4 dari kelaparan dunia
India adalah rumah 1/4 dari kelaparan dunia (Foto: World Food Programme)

OSLO, KalderaNews.com – Hadiah Nobel Perdamaian resmi dianugerahkan kepada Program Pangan Dunia (World Food Programme-WFP) pada hari Jumat ini karena organisasi ini telah memberi makan pada jutaan orang dari Yaman hingga Korea Utara.

Keputusan ini jelas di luar banyak dugaan dan spekulasi. Terbukti sudah, banyak spekulasi nominasi-nominasi yang diunggulkan itu meleset. (Baca: Bakal Ada Kejutan, Inilah Kandidat yang Diunggulkan Sabet Nobel Perdamaian 2020).

WFP adalah “kekuatan pendorong dalam upaya untuk mencegah penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dan konflik,” kata Ketua Komite Nobel, Berit Reiss-Andersen saat mengumumkan pemenangnya di Oslo.

“Ini adalah pengingat yang kuat bagi dunia bahwa perdamaian dan #ZeroHunger berjalan seiring,” kata organisasi yang berbasis di Roma itu di Twitter.

BACA JUGA:

Didirikan pada tahun 1961, badan PBB ini telah membantu 97 juta orang tahun lalu dengan mendistribusikan 15 miliar jatah makanan kepada orang-orang di 88 negara. Mereka mengantarkan makanan dengan helikopter, punggung gajah atau unta. WFP bangga menjadi “organisasi kemanusiaan terkemuka” di dunia, dimana dari sekitar 690 juta orang, satu dari 11nya pergi tidur dengan perut kosong.

“Dengan penghargaan tahun ini, Komite Nobel Norwegia ingin mengalihkan pandangan dunia ke jutaan orang yang menderita atau menghadapi ancaman kelaparan,” kata Reiss-Andersen.

“Hubungan antara kelaparan dan konflik bersenjata adalah lingkaran setan: perang dan konflik dapat menyebabkan kerawanan pangan dan kelaparan, seperti kelaparan dan kerawanan pangan dapat menyebabkan konflik laten berkobar dan memicu penggunaan kekerasan.

Anak-anak di Korea Utara
Anak-anak di Korea Utara (AP Photo/Silke Buhr/World Food Program)

“Kami tidak akan pernah mencapai tujuan nol kelaparan kecuali kami juga mengakhiri perang dan konflik bersenjata.”

Juru bicara WFP Tomson Phiri dengan penuh kerendahhatian menggambarkan penghargaan itu sebagai “momen yang membanggakan”. Meskipun mengalami kemajuan selama tiga dekade terakhir, tujuan PBB untuk memberantas kelaparan pada tahun 2030 tampaknya tidak dapat dicapai jika tren saat ini berlanjut.

Wanita dan anak-anak paling berisiko

Perang dapat disebabkan oleh kelaparan, tetapi kelaparan juga merupakan konsekuensi perang, dimana orang-orang yang tinggal di daerah konflik tiga kali lebih mungkin mengalami kekurangan gizi daripada mereka yang tinggal di negara-negara yang damai, kata WFP.

“Tidak ada dua cara untuk itu – kita tidak bisa mengakhiri kelaparan, kecuali kita mengakhiri konflik,” kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley pada September lalu.

Yaman yang oleh PBB digambarkan sedang mengalami “krisis kemanusiaan terbesar di dunia” adalah contoh nyata, dimana anak-anak dan perempuan jadi pihak yang paling berisiko.

Baik PBB maupun badan-badan bantuan telah berulang kali memberikan peringatan atas konsekuensi bencana dari konflik tersebut, yang telah merenggut puluhan ribu nyawa, membuat tiga juta orang mengungsi dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

Anak di Yaman menerima bantuan pangan
Anak di Yaman menerima bantuan pangan (Foto: World Food Programme)

Dua pertiga dari 30 juta orang Yaman tidak tahu dari mana makanan mereka selanjutnya akan datang.

Prospek dunia semakin suram tahun ini karena pandemi virus Corona yang telah menyebabkan hilangnya pendapatan, membuat makanan lebih mahal, dan rantai pasokan terganggu.

“Pandemi virus Corona telah berkontribusi pada peningkatan tajam jumlah korban kelaparan di dunia,” kata komite Nobel.

Di negara-negara seperti Yaman, Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Sudan Selatan, dan Burkina Faso, kombinasi konflik kekerasan dan pandemi telah menyebabkan peningkatan dramatis jumlah orang yang hidup di ambang kelaparan.

Komite Nobel Norwegia menilai, dalam menghadapi pandemi, WFP telah menunjukkan kemampuan yang mengesankan. WFP sendiri menyatakan, selama belum ada vaksin untuk menangkal virus, makanan adalah vaksin terbaik untuk melawan kekacauan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*