Hai Mahasiswa Baru, Perbanyak Baca dan Jangan Copy Paste Tugas!

Ilustrasi mahasiswa baru (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi mahasiswa baru (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Mahasiswa baru (maba) merupakan waktu emas untuk mengenali kampus dan dinamika belajar. Sebagai maba, tentunya harus mengetahui perbedaan saat dirinya masih pelajar sekolah dengan dirinya saat masuk perguruan tinggi. Mahasiswa bukan lagi siswa yang mengerjakan tugas alakadarnya, melainkan sosok pemikir berdasarkan fakta dan data.

Lalu, apa saja kebiasaan yang harus kamu terapkan sejak jadi mahasiswa baru? Setidaknya ada 4 kebiasaan yang akan kamu lakukan hingga lulus serta berguna untuk pola pikir pasca kuliah.

Terbiasa Baca Jurnal

Mahasiswa baru harus mulai membiasakan diri bangun argumentasi kuat dari banyak membaca jurnal. Baca jurnal juga berguna untuk mengerjakan tugas-tugas harian dan tugas akhir. Makin banyak referensi, maka makin mudah kamu menyusun argumen kuat untuk studi kasus tugas.

Keterampilan membaca dan mengulas jurnal memang harus diasah sejak awal. Awalnya memang sulit, akan tetapi jika terbiasa maka akan jadi lebih mudah. Jika sudah biasa, maka kamu akan lebih mudah mencari dan mendapatkan referensi ketika skripsi atau tugas akhir.

Cantumkan Sumber Referensi dan Jurnal

Jangan pernah mencantumkan sumber tidak kredibel seperti wikipedia, blogspot, dan blog-blog pribadi lainnya. Mahasiswa harus memiliki pola pikir ilmiah. Mungkin bagi kamu yang sudah tahu, mencantumkan referensi jurnal adalah hal biasa. Pada kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan referensi instan.

Isi Subject dan Body E-mail Saat Kirim ke Dosen

Hal ini menyangkut etika kesopanan kepada dosen. Jika kebiasaan baik ini dilakukan sejak kamu mahasiswa baru, maka akan terbawa hingga ke dunia kerja. Mahasiswa baru harus tahu bahwa HRD perusahaan tidak akan melihat lamaran kamu jika mengirim e-mail kosong. Begitu pula dosen. Kesannya tidak sopan, padahal dosen sudah meluangkan waktu ingin membaca dan menilai tugasmu.

Gunakan Bahasa Sopan Ketika Menghubungi Dosen

Pemilihan kata dapat menggambarkan niat ketika mengirim pesan kepada orang lain, terutama dosen. Jika mahasiswa ingin memberi tahu informasi kepada dosen, maka alangkah lebih baik jika tidak menggunakan kalimat “sekadar mengingatkan”. Sesungguhnya, dosen ingat dengan jadwal mengajar dan tugas-tugasnya. Berikan kesan tidak memaksa, tidak terburu-buru dan tidak menggurui.

Selain itu, perhatikan waktu ketika ingin menghubungi dosen. Hindari mengirim pesan saat hari libur nasional, waktu libur, dan waktu istirahat. Lebih baik kamu perhatikan tipikal dan tanya waktu-waktu jika ingin bertanya. Prinsipnya ialah jangan memaksa dan memberi kesan terburu-buru.

Itulah sikap sederhana yang harus diterapkan sejak jadi mahasiswa baru. Jangan sepelekan, ya!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*