Hari Kesaktian Pancasila, Begini Refleksi Menteri Nadiem

Mendikbud Nadiem Makarim. (Ist)
Mendikbud Nadiem Makarim. (Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kehadiran pahlawan kemanusiaan yang turut meringankan beban rakyat di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah tenaga medis, relawan mahasiswa, pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta, pemuka agama, seniman se-Indonesia, pendidik dan tenaga kependidikan, orangtua, serta seluruh stakeholder pendidikan dan kebudayaan yang berjuang dengan kemampuan masing-masing.

“Di masa krisis, lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana,” ujar Menteri Nadiem dalam rekaman video pidato Hari Kesaktian Pancasila di Jakarta.

BACA JUGA:

Mendikbud berkata, pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, seluruh bangsa diingatkan akan sejarah dan pengorbanan nenek moyang untuk bangsa ini. Apalagi, imbuh Nadiem, jika dilihat dengan saksama, disadari bahwa kesaktian Pancasila masih mendarah daging di generasi bangsa ini.

Pandemi Covid-19, kata Nadiem, menantang seluruh komponen bangsa, sekaligus menguji ketangguhan rakyat Indonesia. “Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia, harus menyala di hati kita masing-masing, dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang kita lakukan bagi sesama,” ujarnya.

Rakyat mengenal Pancasila sebagai falsafah negara, ideologi bangsa. Pancasila, katanya, adalah akar yang menyambung masa lalu dan masa depan generasi.

Menteri Nadiem menyadari bahwa masa pandemi ini terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena, setiap orang secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran. Namun menurutnya, saat sulit seperti ini, nilai-nilai Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat.

“Kalau melihat sekeliling dengan lebih peka, kita bisa melihat begitu banyak pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungan masing masing,” katanya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*