Inilah Daftar Lengkap Pemenang Nobel Fisika dari Masa ke Masa

Medali Hadiah Nobel
Medali Hadiah Nobel (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA, KalderaNews.com – Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun pada tokoh-tokoh yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan yang baru atau telah melakukan kontribusi luar biasa ke masyarakat dunia sesuai bidangnya.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan wasiat Alfred Nobel, seorang industrialis dan penemu dinamit di Swedia. Alfred Nobel menandatangani wasiat tersebut di Swedish-Norwegian Club di Paris pada tanggal 27 November 1895.

Sejak 1901 penghargaan Nobel diberikan untuk pencapaian dalam 6 bidang yakni Nobel Fisika (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia), Nobel Kimia (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia), Nobel Fisiologi atau Kedokteran (ditentukan oleh the Karolinska Institute), Sastra (ditentukan oleh the Swedish Academy) dan Nobel Perdamaian (ditentukan oleh sebuah komite yang ditunjuk oleh Norwegian Storting)

BACA JUGA:

Baru pada 1968, Sveriges Riksbank, Bank Swedia, menambah “Penghargaan dalam Sains Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel. Dengan begitu Nobel Ekonomi ditentukan oleh Royal Swedish Academy of Sciences.

Pada 2020 ini penerima Nobel Fisika telah diumumkan pada Selasa, 6 Oktober 2020, yakni Roger Penrose (Inggris), Reinhard Genzel (Jerman) dan Andrea Ghez (AS) untuk penelitian mereka tentang lubang hitam (Baca:
Briton Penrose, Reinhard Genzel dan Andrea Ghez Sabet Nobel Fisika 2020 Terkait Penelitian Black Hole)

Lalu siapa saja penerima Nobel Fisika dari masa-masa? Berikut ini daftar lengkapnya:

2020

Roger Penrose (Inggris), Reinhard Genzel (Jerman) dan Andrea Ghez (AS) untuk penelitian mereka tentang lubang hitam.

2019

James Peebles (Kanada-AS) untuk penemuan yang menjelaskan evolusi alam semesta setelah Big Bang, dan Michel Mayor dan Didier Queloz (Swiss) untuk penemuan pertama planet ekstrasurya.

2018

Arthur Ashkin (AS), Gerard Mourou (Prancis) dan Donna Strickland (Kanada) untuk penemuan di bidang laser yang digunakan untuk instrumen presisi tingkat lanjut dalam industri dan operasi mata korektif.

2017

Barry Barish, Kip Thorne dan Rainer Weiss (AS) atas penemuan gelombang gravitasi, sebuah fenomena yang diprediksi oleh Albert Einstein seabad lalu sebagai bagian dari teori relativitas umum.

2016

David Thouless, Duncan Haldane dan Michael Kosterlitz (Inggris) untuk studi mereka tentang fenomena aneh dalam fase yang tidak biasa, atau keadaan, materi, seperti superkonduktor, superfluida, atau film magnetik tipis.

2015

Takaaki Kajita (Jepang) dan Arthur McDonald (Kanada) untuk pekerjaan mereka tentang neutrino.

2014

Isamu Akasaki (Jepang), Hiroshi Amano (Jepang) dan Shuji Nakamura (AS) untuk pekerjaan mereka pada lampu LED.

2013

Peter Higgs (Inggris) dan Francois Englert (Belgia) atas karya mereka yang disebut Higgs boson, sebuah partikel subatom yang memberikan massa pada partikel lain.

2012

Serge Haroche (Prancis) dan David Wineland (AS) untuk metode eksperimental yang digunakan untuk mengukur dan memanipulasi sistem kuantum.

2011

Saul Perlmutter, Adam Riess (AS) dan Brian Schmidt (AS-Australia) untuk menemukan percepatan ekspansi alam semesta.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*