Inovasi Adalah Kunci, Kiat Membangun Bisnis untuk Milenial

Ilustrasi: Kiat membangun bisnis untuk milenial. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Kiat membangun bisnis untuk milenial. (KalderaNews.com/Ist.)

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Pendiri Setchoq, perusahaan yang bergerak di bidang robotika, Malik Khidir mengatakan, kunci taktis bisnis adalah inovasi, terutama bisnis digital.

“Langkah taktis ketika ingin membuat usaha di dunia digital adalah inovasi,” katanya dalam webinar Bincang Nasional Muda Membangun Bangsa yang digelar Mardliyah Muda bersama Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

BACA JUGA:

Malik menambahkan bahwa inovasi sangat penting dalam bisnis agar bisa terus eksis dan berkembang. Tetapi, berinovasi tidaklah mudah, aku Malik, terlebih mengembangkan inovasi yang bisa diterima serta dibutuhkan pasar.

“Bisnis yang terus berinovasi akan dicari orang. Saat bisnis itu sudah punya value maka akan membesar sendiri. Sementara, yang tidak mau berinovasi akan mati,” tuturnya.

Segendang sepenarian, Co-Founder Restoku.id, Ageng Sajiwo juga mengatakan, ide-ide inovatif dalam menjalankan bisnis bisa didapat dengan mengasah kepekaan terhadap lingkungan. Katanya, harus jeli membaca situasi dan menangkap beragam persoalan dalam masyarakat. “Sebab bisnis muncul sebagai solusi atas persoalan,” tegasnya.

Ageng mengajak generasi milenial tak takut memulai bisnis. Jika akhirnya gagal saat menjalankan bisnis pertama, Ageng berkata, janganlah lekas patah semangat dan segera bangkit memulai kembali. Lantaran, dari kegagalan bisa menjadi pembelajaran dalam membentuk mental dan pengetahuan untuk menggapai kesuksesan.

Sementara, CEO Analisa Personality Development Center, Analisa Widyaningrum berbagi tip kepada generasi muda yang hendak memulai terjun ke dunia bisnis, yakni mengetahui passion dalam berbisnis. “Tak sekadar passion, tapi tanpa upaya dan kerja keras, bisnis tidak akan berjalan,” katanya.

Selain itu, tuturnya, perlu juga memahami nilai serta tujuan dalam berbisnis, konsisten berjuang dan tidak lekas patah semangat jika mengalami kegagalan. “Harus memiliki daya pantul terhadap kegagalan. Kalau sekarang merasa gagal, coba lagi, karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara berhasil kalau tidak mengalami kegagalan,” ujarnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*