Mengajar Daring Baca dan Tulis untuk Anak TK Sangat Penuh Tantangan

Ilustrasi guru Taman Kanak-Kanak mengajar daring (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi guru Taman Kanak-Kanak mengajar daring (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Mengajar daring pada anak TK tidak bisa disamakan dengan jenjang yang lebih tinggi. Usia anak TK tergolong aktif dan penuh rasa penasaran yang tinggi.

Anak-anak di taman kanak-kanak biasanya membutuhkan banyak pergerakan dan eksplorasi, dan ini adalah hal-hal yang sulit guru lakukan pada jarak jauh, terutama harus duduk dan menatap layar.

Kelelahan merupakan hal pasti, lalu bagaimana agar guru dapat menghadapi tantangan yang unik ini?

Membangun Hubungan dengan Orang Tua dan Wali

Penting bagi guru taman kanak-kanak untuk melihat orang tua siswanya sebagai mitra. Meskipun mereka menguasai Zoom atau Google Meet, akan tetapi sebagian besar anak kecil tidak dapat masuk ke kelas online tanpa bantuan orang tua.

BACA JUGA:

Karena banyak orang tua yang bekerja dari rumah sambil mengawasi pembelajaran anak-anak mereka, guru harus membuat hal-hal sesederhana mungkin, seperti kurangi jumlah aplikasi dan gunakan satu saluran komunikasi seperti email atau pesan.

Pindah room ketika sekolah daring merupakan keluhan yang sering orang tua rasakan. Kurangi beberapa tuntutan, sambil menjaga ekspektasi tetap tinggi. Dengarkan keprihatinan orang tua siswa.

Guru dapat menggunakan email check-in untuk memberi orang tua daftar target tugas untuk hari berikutnya, bersama dengan tautan ke tugas dan kelas daring.

Mengatasi Kebutuhan Siswa untuk Sosialiasi

Siswa TK yang gemar bersosial akan merasakan kesepian, apalagi pandemi ini sangat panjang. Cobalah untuk menggunakan beberapa metode untuk mencoba membantu siswa TK. Guru dapat mengajukan pertanyaan di awal hari seperti, “Kamu ingin menjadi apa saat besar nanti?” yang dirancang untuk membuat anak-anak berbicara dan membantu mereka menjalin hubungan satu sama lain.

Anak-anak didorong untuk berkumpul untuk istirahat makan siang virtual. Pertemuan sosial informal ini memungkinkan siswa untuk melihat dan berbicara dengan teman mereka saat mereka makan, seperti yang mereka lakukan di sekolah.

Selain itu, sering-seringlah untuk memberikan istirahat otak untuk memastikan siswanya yang masih kecil tidak terlalu lama duduk di depan komputer. Lalu, akhiri sekolah daring dengan pertanyaan penutup, seperti bertanya kepada siswa tentang makanan ringan favorit mereka.

Topik makanan dapat menjadi pemersatu untuk saling kenal satu sama lain saat sekolah daring. Mereka menemukan bahwa banyak dari mereka menyukai makanan yang sama.

Menyusun Strategi untuk Baca dan Tulis

Guru dapat meminta siswa berlatih mengeja dengan memanggil kata-kata dan meminta siswa menuliskannya menggunakan pensil dan kertas, yang dapat mereka pegang ke kamera.

Ini mungkin terdengar menakutkan, banyak orang tua menghargai upaya yang dilakukan guru. Meskipun tersendat-sendat dengan teknologi, siswa bisa sedikit menyerap ajaran gurunya.

Jadikan latihan baca dan tulis sebagai kegiatan yang menyenangkan. Pahami jika ada yang salah dan jangan memancing siswa lain untuk mengejeknya. Hal terpenting untuk anak TK selama sekolah daring ialah tumbuhnya kepercayaan diri untuk memulai sesuatu yang belum ia tahu, seperti baca dan tulis.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*