
JAKARTA, KalderaNews.com – Bumi adalah rumah bagi banyak manusia dan untuk merayakan Hari Bumi 2019 tentu tidak hanya sebatas seremonial belaka, namun kita juga perlu memikirkan generasi muda untuk menghadapi perubahan iklim yang mengerikan di masa depan.
“Seringnya menggunakan kemasan plastik salah satu hal yang dianggap sepele, namun ternyata akan berdampak merusak lingkungan, untuk mengatasi persoalan sampah, tentu kami sangat berharap adanya kontribusi dan peran aktif semua pihak,” tegas Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M Ali Yusuf di Jakarta.
BACA JUGA:
- Guru Itu Tak Hanya Pendidik, Tapi Juga Fasilitator, Katalisator dan Motivator
- Pesan Penting dari Gebyar Hardiknas 2019 di Samarinda
- Besok Pengumuman UTBK 2019, Pantau Link Ini
Hal tersebut disampaikannya di Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April. Sementara itu, Direktur Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBI NU Fitria Aryani juga menyampaikan persoalan bahaya sampah plastik, juga telah dibahas dalam Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah pada Munas & Konbes NU 2019 di Kota Banjar Jawa Barat tentang hukum membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik menurut fiqih.
Pertama, Haram apabila nyata-nyata atau diduga membahayakan. Kedua, makruh apabila kemungkinan kecil membahayakan. Ia pun mengimbau masyarakat, terutama warga NU, untuk mengindahkan keputusan Munas NU yang berbunyi “penanganan sampah plastik harus memasukkan elemen budaya, sehingga terbangun cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya menghindarkan diri dari bahaya sampah plastik”.
“Bumi yang hijau, udara dan air bersih tentu menjadi cita-cita bersama. Karena itu, untuk mempercepat transisi ke dunia yang lebih bersih, kita perlu mengubah pola tata cara hidup kita menjadi perilaku yang ramah lingkungan. Lindungi Bumi dari kezaliman sampah kita,” tandasnya. (JS)
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu
Leave a Reply