Bawa Anak-Istri Kuliah S2 dan S3 di Amerika Butuh Kenekatan




Buku Abdurrahman Mas’ud Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat
Bedah buku Abdurrahman Mas’ud "Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat" (KalderaNews/Dok.Kemenag)

JAKARTA, KalderaNews.com – Agar sukses terkadang perlu keputusan yang ‘nekat’. Nekat dalam arti keberanian mengambil keputusan dengan cepat, namun dibarengi kerja keras.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Abd. Rahman Mas’ud dalam bedah buku “Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat” di Jakarta baru-baru ini.

“Butuh keberanian mengambil keputusan untuk kuliah di luar negeri. Dari keterbatasan, kita bisa mendapat pelajaran berharga, yang penting punya kemauan yang keras untuk sukses,” ujarnya

BACA JUGA:

“Waktu itu saya membawa keluarga ikut pindah ke Amerika, anak-anak saat itu masih kecil. Pengeluaran sehari-hari hanya dari beasiswa kuliah yang tidak seberapa. Jadi harus bisa mengatur pengeluaran selama tinggal di sana,” ujar Abdurrahman Mas’ud yang mendapat gelar profesor pada usia 41 tahun

“Kalau anak jaman sekarang saya lihat banyak perhitungan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Padahal dari keterbatasan itu kita bisa mendapat pelajaran berharga, yang penting punya kemauan yang keras untuk sukses,” ujar Abdurrahman Mas’ud.

Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat adalah buku otobiografi Abd Rahman. Buku ini menceritakan perjalanan hidup seseorang yang datang dari kota kecil di Indonesia, kemudian bisa kuliah S2 hingga S3 dan tinggal selama 8 tahun di Amerika.

“Buku ini mendesiminasikan, menyampaikan dan mengkabarkan yang saya pandang sebagai sukses story selama saya pernah kuliah di luar negeri dari beasiswa hingga menjadi profesor. Kedua, saya ingin menyampaikan tentang Islam ramah. Karena saya merasa bagian dari Islam ramah itu. Dan itu harus diketahui oleh pembaca buku ini,” ujarnya. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*