Mas Menteri Nadiem: Generasi Milenial, Gerbang Kita Telah Terbuka!

Mendikbud Nadiem Makarim berswafoto dengan pegawai Kemendikbud usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda
Mendikbud Nadiem Makarim berswafoto dengan pegawai Kemendikbud usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (Dok. Kemendikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjadi pembina upacara perdana dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91. “Izinkan saya berbicara langsung kepada generasi muda di negara ini,” ujar Mendikbud mengawali pidato. Sebagai menteri termuda di Kabinet Indonesia maju, lanjut Nadiem, ia hadir mewakili generasi milenial. “Kawan-kawan pemuda, gerbang kita telah terbuka,” ujarnya.

BACA JUGA:

Ia mengakui, ada banyak pihak yang meragukan kemampuannya dengan tanggung jawab besar memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun di balik itu semua, ia juga menanggung harapan yang begitu tinggi. “Waktu yang akan menjawab. Saat saya diberikan kesempatan oleh Pak Presiden untuk membantu, saya tidak berpikir dua kali. Saya melangkah ke depan, apapun risikonya,” tegas Mendikbud.

Saat ini, lanjutnya, generasi muda Indonesia hidup dalam dunia yang bising karena banyak bisikan, godaan, dan pendapat. Dalam kegaduhan itu, seringkali suara hati generasi muda terabaikan. Ia yakin, pemuda Indonesia sadar di hatinya masing-masing, ke mana tujuan mereka ingin melangkah. Tapi, kebisingan itu membuat generasi muda kadang meragukan dirinya sendiri, takut dipermalukan, takut dimusuhi, atau takut gagal.

“Kawan-kawan pemuda, satu-satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam di tempat. Satu-satunya kesuksesan adalah jika kita terus melangkah ke depan. Kita mungkin tersandung, kita mungkin jatuh, tapi kita tidak akan tiba di tujuan kalau kita tidak melangkah bersama,” serunya. “Asal kita berani melangkah, kita tak akan pernah kalah,” imbuhnya.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kantor Kemendikbud tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Usai upacara, disuguhkan penampilan seni, yaitu tari kolosal tentang persatuan Indonesia, musikalisasi puisi dari SMK Musik Perguruan Cikini, dan penampilan Band Prodijis dari anak-anak berkebutuhan khusus. Mendikbud juga menyempatkan berswafoto dengan pegawai Kemendikbud yang mengenakan pakaian adat atau pakaian daerah selama mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*