3 Tahun Cari Beasiswa, Maria Goreti Ika Riana: Tahun Ke-3 Baru Berhasil

Sharing for Empowerment

“Saya merasa terbantu dengan apa yang saya pelajari. Sangat membantu profesional saya yaitu bagaimana melakukan riset dan memanage sebuah program. Tentu saja sangat berguna untuk karir saya saat ini yang bekerja di bidang kemanusiaan,” tegas lulusan S-2 Humanitarian Action di University of Groningen tersebut.

Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta ini pun berbagi pengalamannya saat studi di Belanda.

Untuk apply ke StuNed, tentu saja ia sudah harus diterima di University of Groningen yang dibuktikan dengan admission letter.

Selanjutnya untuk apply StuNed ia pun mengontak alumni StuNed untuk mendapatkan trik dan tips applynya.

“Tentu saja banyak syarat-syaratnya. Yang paling susah waktu itu membuat motivation letter yang menarik dan berbeda dari yang lain,” aku perempuan yang sebelum ambil StuNed sudah bekerja di Palang Merah Internasional yang berbasis di Indonesia, khususnya yang beroperasi di wilayah Aceh dan Yogyakarta.

Soal pengalaman, ia mengatakan kalau ditanya yang paling berkesan tentunya banyak sekali karena culturenya memang berbeda dan makanannya juga berbeda. Untungnya di Belanda banyak toko-toko Indonesia. Jadi, gampang untuk mendapatkan nasi dan lauk-pauk.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*