Asal Muasal Ngarai Sianok di Pegunungan Tanah Sumatra

Bentang alam Ngarai Sianok, Sumatra Barat yang hijau menampakkan area pemukiman penduduk dan lahan pertanian yang subur. (Arlicia/KalderaNews)
Bentang alam Ngarai Sianok, Sumatra Barat yang hijau menampakkan area pemukiman penduduk dan lahan pertanian yang subur. (Arlicia/KalderaNews)

BUKITTINGGI, KalderaNews.com – Jalan-jalan ke Ranah Minang tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi bentukan alam yang maha indah buatan Sang Pencipta. Bentukan tersebut ialah Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok adalah lembah selebar 200 m di antara dua tebing terjal dengan ketinggian seratus meter. Lembah yang dialiri sungai Batang Sianok ini mengular sepanjang 15 km membentuk kawasan yang subur nan hijau. Unik bukan?

Sungai Batang Sianok yang meliuk mengular di dasar Ngarai Sianok. (Arlicia/KalderaNews)
Sungai Batang Sianok yang meliuk mengular di dasar Ngarai Sianok. (Arlicia/KalderaNews)

Bentangan Ngarai Sianok secara geologi berbentuk full graben, dimana lapisan batuannya merenggang hingga bagian tengahnya mengalami penurunan/ambles. Gerakan yang sering disebut tensional itu terjadi pada Kala Eosen hingga Oligosen atau sekitar 25 hingga 55 juta tahun lalu.

Perenggangan yang dialami Ngarai Sianok selanjutnya disusul gerakan pengangkatan lapisan batuan. Hal inilah yang membuat Ngarai Sianok kini berada di wilayah pegunungan.

Saat Kala Pliosen hingga Resen atau sekitar lima juta hingga 10.000 tahun lalu, Gunungapi Purba Maninjau meletus. Muntahannya yang berupa material piroklastik ignimbrite membanjiri Ngarai Sianok. Kejadian tersebut bahkan terulang hingga tiga kali dan menciptakan lapisan tanah yang subur.

Kawasan wisata Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatra Barat yang selalu ramai pengunjung. (Arlicia/KalderaNews)
Kawasan wisata Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatra Barat yang selalu ramai pengunjung. (Arlicia/KalderaNews)

Ngarai Sianok kini telah dijadikan sebagai salah satu dari sembilan dentinasi wisata geologi dalam Geopark Sumatera Barat. Banyak orang mengunjunginya untuk menikmati panorama alam ataupun kesejukan udaranya.

Monyet ekor panjang, fauna khas yang menghuni Ngarai Sianok. (Arlicia/KalderaNews)
Monyet ekor panjang, fauna khas yang menghuni Ngarai Sianok. (Arlicia/KalderaNews)

Meski demikian, warga setempat masih memanfaatkannya untuk kawasan pertanian. Mereka juga menjaga agar Ngarai Sianok tetap lestari. (AC)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*