Google Teach From Home Sudah Tersedia dalam Bahasa Indonesia. Yuk Lihat Cara Mengajar Kreatifnya!

Sudah ada versi Indonesianya, Google Mengajar dari Rumah (Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com — Google Teach From Home yang sebelum ini ada dalam 37 bahasa, kini bertambah lagi dengan versi Bahasa Indonesia. Google Mengajar dari Rumah merupakan laman berisi kumpulan alat, tips, dan materi pelatihan yang ditujukan untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh selama wabah virus Corona.

Dengan adanya laman ini, para pengajar dan siswa akan bisa mengakses materi pelajarannya di g.co/mengajardarirumah serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Google juga telah membantu membuat domain khusus yang bisa mendukung 1,8 juta akun pengajar dan siswa di lebih dari 4.600 sekolah di Jakarta, sehingga mereka bisa mengakses G Suite for Education dengan lebih mudah,” kata Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam rilis resmi, Kamis (16/4).

BACA JUGA:

Randy mengatakan bahwa Mengajar dari Rumah adalah pengembangan dari langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Google untuk mendukung pendidikan jarak jauh.

“Kami menyediakan fitur-fitur premium Google Meet secara gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education hingga September 2020, serta menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning,” lanjut dia.

Pada tahap paling awal, ada lima bagian besar tutorial yang diberikan,

Pertama, Bagaimana cara mengajar jarak jauh dengan video call?

Terdapat empat tahap dengan tiga tutorial di bagian ini. Tutorial diberikan dalam bentuk klip video di Youtube. Mulai dari bagaimana menyiapkan ruang, memastikan sambungan internet yang kuat, memulai video call, menghemat penggunaan bandwith, hingga menyiarkan pelajaran secara langsung.

Kedua, Bagaimana cara mengajar jarak jauh tanpa video call? Di bagian ini ada empat tahap dengan empat tutorial. Di sini guru diperkenalkan dengan Google Classroom untuk membuat tugas, dan mendukung komunikasi dengan siswa selama mengajar dari rumah.

Selain itu diperkenalkan juga Google Sites, membuat situs web kelas pribadi untuk dijadikan sebagai pusat informasi pembelajaran. Selanjutnya cara membuat kuis dan melakukan penilaian secara otomatis dengan Google Formulir.

Ketiga, Bagaimana cara membuat materi pelajaran saya dapat diakses oleh siswa berkebutuhan khusus? Bagian ini terdiri dari empat tahap dengan empat tutorial. Di sini guru diperkenalkan dengan pengaktifan subtitel di Google Meet untuk diajarkan kepada murid berkebutuhan khusus. Agar tidak perlu mengetik, siswa dapat menggunakan fitur dikte untuk memasukkan, mengedit, atau memformat teks di Dokumen dan Slide.

Bila siswa menggunakan Chromebook, guru bisa mengajari siswa cara menggunakan fitur aksesibilitas di Chromebook mereka. Diperkenalkan juga cara mengajarkan siswa menggunakan teknologi pendukung di G Suite, seperti fitur dikte dan dukungan braille.

Keempat, Bagaimana cara mengajak siswa berinteraksi? Bagian ini juga terdiri dari empat tahap dengan empat tutorial. Guru dapat mendorong diskusi dengan meminta siswa memposting pertanyaan dan komentar di Google Classroom.

Guru juga dapat membuat slot janji temu di Google Kalender, dan memberi kesempatan siswa untuk menjadwalkan pertemuan dengan guru secara pribadi atau sebagai grup kecil.

Ada pula alat untuk mendemonstrasikan konsep dengan menggunakan Jamboard dan membagikan layar guru.

Siswa pun dapat berkolaborasi dengan peta pikiran, diagram, dan lain-lain.

Notifikasi Wali di Google Classroom untuk memberikan email evaluasi secara rutin juga dapat dibuat.

Kelima, Bagaimana cara untuk tetap berkomunikasi dengan sesama pengajar? Bagian ini terdiri dari empat tahap dengan empat tutorial.

Misalnya, dengan membuat acara rehat virtual bersama
Rehat rutin itu dapat dijadwalkan di Kalender dengan mengundang rekan kerja untuk bergabung melalui video call ‘Hangouts Meet’.

Berbagi materi pembelajaran secara online juga penting dan materi tersebut dapat dibagikan lewat Google Drive.

Ada juga Hangouts Chat untuk tetap terhubung dengan rekan kerja.

Selanjutnya untuk memanfaatkan alat dan tips yang telah diinformasikan, diperlukan adanya akun G Suite for Education. Bila belum memiliki, sekolah yang akan menjadi pengguna harus mendaftarkan diri dengan membuat akun.

Demikian juga, tersedia forum diskusi #mengajardirumahaja melalui platform Twitter.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*