Kardinal Ignatius Suharyo: Paskah Itu Membatinkan Ingatan Bersama

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (KalderaNews/Repro TVRI/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dalam khotbah pada Misa Vigili Malam Paskah di Gereja Katedral, Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga, yang disiarkan secara langsung oleh TVRI, Sabtu, 11 April 2020 mengajak umat Katolik dan bangsa Indonesia membatinkan ingatan bersama.

“Pertama-tama dengan gembira ingin saya ucapkan selamat Paskah kepada saudara-saudari sekalian, kepada keluarga-keluarga dan komunitas saudara. Kita mohon supaya kita yang merayakan Paskah ini dianugerahi buah-buah kebangkitan-Nya,” tegasnya.

Ia lantas mengutip Kitab Keluaran yang berkisah pembebasan umat Allah perjanjian lama dari negeri perbudakan. Ia menegaskan peristiwa ini selanjutnya menjadi bagian dari ingatan bersama yang diwariskan turun-temurun, bukan sebagai peringatan akan peristiwa yang sudah lama, tetapi sebagai peristiwa yang tetap aktual dan menyangkut kehidupan serta menentukan bangsa.

BACA JUGA:

Ingatan bersama ini menjadi daya penyatu bagi bangsa dan kekuatan, ketika bangsa menghadapi tantangan-tantangan besar yang menentukan eksistensi. Adanya ingatan bersama inilah yang dapat menjelaskan mengapa umat Allah perjanjian lama tidak hilang dari sejarah, sementara kelompok-kelompok lain yang sekian banyak yang disebut dalam Kitab Suci hilang ditelan waktu.

“Paskah adalah saat ketika kita membatinkan ingatan bersama membiarkannya membaharui kehidupan kita,” tegasnya.

Ia lantas mengungkap doa prefasi yang menegaskan adanya sejarah yang menentukan bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi ingatan bersama. Peristiwa-peristiwa itu perlu disyukuri sebagai karya agung Allah.

“Peristiwa sejarah yang dalam doa prefasi itu adalah Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan dan Pancasila yang menjadi dasar negara. Inilah tonggak-tonggak sejarah yang menentukan sejarah bangsa kita. Inilah ingatan bersama kita yang mesti kita jaga sebagaimana umat Allah perjanjian lama selalu menjaga ingatan bersama itu dan menjadi kekuatan bersama,” tandasnya.

Menurut bahasa iman Katolik, inilah paskah-paskah besar dalam sejarah bangsa Indoensia.

“Saat ini bangsa kita sedang dan akan terus menghadapi tantangan-tantangan yang besar. Semoga ingatan bersama kita sungguh menjadi daya yang meneguhkan kebersamaaan dan memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai macam tantangan.”

“Kita yakin setiap kali kesadaran kita sebagai bangsa kita dikuatkan, kesatuan kebhinekaan diteguhkan dan nilai-nilai Pancasila diperjuangkan dan diwujudkan, pesan Paskah menjadi semakin nyata pula,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*