Dulu Bahasa Inggrisnya Ditertawakan, Sekarang Mahasiswa Indonesia Ini Lulus dari University of Nebraska




Mia Azizah ketika pertama kali ke AS Bahasa Inggrisnya menjadi bahan tertawaan. Sekarang dia berhasil lulus dari University of Nebraska-Lincoln (Medium)

JAKARTA, KalderaNews.com — Mia Azizah menjadi satu dari ribuan wisudawan University of Nebraska-Lincoln (UNL), AS, hari Sabtu (9/5/2020) lalu. Ia menamatkan studinya di bidang Jurnalisme, Periklanan dan Kehumasan,

Hanya saja wisuda yang ia jalani tidak seperti impiannya ketika memasuki kampus itu lima tahun lalu. Ribuan wisudawan seperti dirinya terpaksa menjalani upacara wisuda dari rumah masing-masing. Wisuda di masa pandemi COVID-19 di universitas tersebut dilangsungkan secara online.

“Hari yang saya impikan lima tahun lalu, ketika saya masuk ke UNL, sangat berbeda,” tulis Mia Azizah di Omaha World Herald, tentang wisuda daring yang dijalaninya.

Meskipun demikian kegembiraannya tidak berkurang. Menurutnya, wisuda ini menjadi salah satu babak baru yang menarik dalam kehidupannya. “Wisuda ini menggambarkan mimpi Amerika saya: kesempatan untuk mencapai pendidikan tinggi dan kesempatan lebih baik dalam kehidupan,” kata Mia Azizah, yang sudah bermukim bersama orang tuanya di AS sejak umur 12 tahun.

Pada tahun 2009 ia datang dari Jakarta ke AS bersama ibunya dan keluarga barunya. Dia lantas didaftarkan ke sebuah sekolah menengah di Lincon, Omaha, tanpa kemampuan yang memadai dalam Bahasa Inggris.

“Sebagai anak baru, saya nyaris tidak bisa Bahasa Inggris. Ini menghalangi saya berelasi dengan anak-anak seusia saya di sekolah menengah dan membuat saya berjarak dari teman-teman,” kisah Azizah, yang selama menjadi mahasiswa sudah bekerja sebagai reporter di sejumlah media lokal AS, termasuk di Omaha World Herald.

“Saya bisa ingat beberapa orang saja yang duduk dengan saya di waktu makan siang pada saat sekolah, tetapi saya tidak dapat melupakan bagaimana rasanya kesepian dan diacuhkan ketika seseorang menertawakan tata bahasa dan aksen saya yang tidak sempurna,” kata Mia Azizah yang tinggal bersama orang tuanya di Lincoln, negara bagian Omaha.

BACA JUGA:

Selama di sekolah menengah itu, Mia menghabiskan sebagian besar waktunya mempelajari Bahasa Inggris.

“Saya mulai membuka-buka halaman kamus Bahasa Inggris dan membawa buku catatan kemana-mana untuk mencatat kata-kata yang tidak saya tahu. Semakin banyak kata-kata yang saya terjemahkan semakin cepat saya dapat membaca dan menulis,” lanjut dia.

“Pada satu titik, semuanya jadi clicked. Saya belajar Bahasa Inggris dengan demikian baiknya dan saya menulis di surat kabar sekolah, Lincoln East Oracle,” tulis dia.

Pada tahun 2015 ia lulus dari sekolah menengah atas di Pinnacle Bank Arena. Ia sempat berpikir apakah tetap harus melanjutkan studi di bidang Jurnalisme di UNL, sebuah studi yang sangat mengandalkan bahasa. Namun, tekadnya bulat dan ia memilih jurusan itu.

Pilihannya tidak salah. Selama kuliah ia antara lain pernah bekerja di Omaha World Herald, sebuah media lokal, dan diterjunkan untuk mengerjakan reportase-reportase sulit. “Ketika pertama kali saya melihat nama saya tertera dalam liputan utama, saya merasa diterima dan betah di sini,” kata Mia Azizah.

“Kerja keras saya membantu saya menuntaskan tujuan saya dan wisuda ini adalah simbol dari itu semua,” tulis Azizah.

Setelah lulus ia melamar ke berbagai pekerjaan dan ia sudah diterima di sebuah perusahaan e-commerce. Meskipun ia menganggap pekerjaan itu tidak dia bayangkan sebagai lulusan jurusan Jurnalisme, ia menganggapnya sebagai sebuah babak baru dalam hidupnya.

“Saya anak kedua di keluarga saya yang menikmati pendidikan tinggi dan anak pertama yang lulus dari universitas di AS. Ibu saya lulus dari sebuah perguruan tinggi keguruan di Jakarta. Dia selalu mengatakan, saya akan dapat melangkah lebih jauh dalam hidup jika saya mendapatkan pendidikan di AS,” tulis Mia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*