Kisah Mahasiswa Indonesia yang Memberikan Pidato di Harvard Law School

Andhika Putra Sudarman. (Ist.)
Andhika Putra Sudarman. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com — Harvard University boleh dikatakan salah satu kampus yang diimpikan setiap mahasiswa di seluruh dunia. Saban tahun, Harvard Law School hanya menerima sekira 800 mahasiswa dari seluruh penjuru dunia.

BACA JUGA:

Nah, tahun ini, Andhika Putra Sudarman menjadi satu-satunya orang Indonesia yang lulus dari Harvard Law School. Tapi, ia tak sekadar lulus. Pria asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau yang merupakan “Harvard Law School’s Class Marshal” ini lulus dengan penghargaan “Harvard Law School’s Dean’s Award”. Tak hanya itu. Andhika juga memberikan pidato di hari kelulusan Harvard Law School mewakili kelas angkatan “Class of 2020”.

Andhika, putra asal Tanjung Pinang lulusan SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) melalui Ujian Tertulis tahun 2011. Ia menyandang predikat Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2014.

“Saya cukup beruntung karena sudah banyak senior sebelum saya yang membagikan pengalaman mereka, sehingga saya pun bisa memaksimalkan waktu saya di sini. Saya juga di sini berkat LPDP, pajak masyarakat Indonesia. Kalau saya tidak benar-benar memanfaatkan, saya merasa bersalah pada rakyat-rakyat yang mau makan saja susah,” kata Andhika.

“Dulu, saya pergi ke Jakarta untuk kos sendiri, bimbel 3 bulan berharap bisa diterima di UI. Siapa sangka, perjuangan itu mengantarkan saya sampai ke Harvard. Sepuluh tahun lalu, saya mimpi pun tidak berani untuk berkuliah di Harvard. Istilahnya mimpi aja nggak nyampe.”

“Tetapi lihat saya sekarang, tidak hanya lulus tetapi mendapatkan berkat yang luar biasa. Dari situ saya belajar, hidup harus berjuang keras demi impian, dan tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Saya buktinya.”

Sejak awal kuliah di Harvard, Andhika telah terpilih menjadi “Class Marshal”. Hanya ada enam orang Class Marshal yang merupakan perwakilan kelas yang dipilih melalui seleksi ketat.

“Jujur, awalnya hanya bercanda ketika hendak ikut pemilihan, karena mengetahui tingkat kesulitannya. Kan ini pemilihannya berdasarkan seleksi, jadi saya satu-satunya orang Indonesia yang sudah pasti memiliki peluang paling rendah. Saya juga mendengar bahwa setiap tahun yang terpilih adalah orang Amerika dan Amerika Latin.”

“Tapi, Indah Shafira (S2 Harvard), teman dekat saya di sini mengingatkan bahwa selain keren, Class Marshal memiliki keistimewaan untuk berjalan di barisan paling depan ketika lulus dan membawa bendera Harvard Law School. Jika saya berhasil maka itu pasti akan membuat bangga teman-teman dari Indonesia, sekaligus bisa membawa nama baik Indonesia,” kisah mahasiswa yang juga bagian dari “Harvard Law School’s First Class Association.”

Andhika juga pernah memenangkan kompetisi hackaton yang diadakan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Selain itu, ia pernah dua kali menjadi jawara di simulasi sidang (mocktrial) penerapan sistem hukum Amerika. Ia pernah menjadi salah satu pembicara dalam American Democratic Debate, acara Harvard Law School yang mensimulasikan debat calon presiden. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*