Fast Track S1 dan S2 di Atma Jaya Cuma 5 Tahun, Gelar Masternya dari CYCU Taiwan




Mahasiswa Unik Atma Jaya Jakarta
Mahasiswa Unika Atma Jaya Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Prodi studi (Prodi) Teknik Industri Unika Atma Jaya telah resmi menandatangani kerja sama dengan Chung Yuan Christian University (CYCU) dari Taiwan untuk mempersiapkan program Fast Track atau program yang dinamakan 3+1+1 (3 tahun kuliah di Prodi TI UAJ dan 2 tahun kuliah di CYCU).

Begitu lulus, mahasiswa akan memperoleh gelar sarjana teknik (ST) dari Unika Atma Jaya dan gelar Master of Science (MSc) dari CYCU dengan total masa kuliah 5 tahun.

Prodi TI UAJ juga memberikan kebijakan untuk membebaskan biaya satuan kredit semester (SKS) selama setahun pertama selama student exchange. Hal ini merupakan kontribusi Prodi TI UAJ agar mahasiswa tertarik mengikuti program student exchange yang dapat meningkatkan kemampuannya di kancah internasional.

BACA JUGA:

Feliks Prasepta S. Surbakti, S.T.,M.T., Ph.D selaku Kepala Prodi TI UAJ mengatakan bahwa kerja sama antara Prodi TI UAJ dengan CYCU menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan mahasiswanya di kancah internasional.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk ambil bagian di tingkat internasional. CYCU adalah kampus swasta terbaik di Taiwan dan Taiwan sendiri adalah salah satu negara Asia yang terdepan masalah Teknologi,” tandasnya.

Selama mengikuti program Fast Track, tiga tahun pertama seperti biasa kuliah di Unika Atma Jaya. Dua tahun berikutnya akan mengikuti kuliah di CYCU. Selama di CYCU setahun pertama, biaya kuliah gratis dan tahun berikutnya mengikuti tution fee. Terbuka kesempatan beasiswa penuh maupun parsial bagi yang berprestasi.

Meskipun biaya tiket akomodasi bayar sendiri, namun akan disediakan dorm yang lebih murah dibanding biaya kos di BSD. Letak CYCU sendiri tidak di pusat kota, tepatnya di Zhongli yang masuk dalam distrik Taoyuan (kira-kira berjarak 30 menit dari Ibu Kota Taiwan, Taipei) sehingga mahasiswa tidak akan kesulitan untuk mencari kebutuhan sehari-hari dengan harga cukup terjangkau.

Biaya makan di Taiwan pun tidak jauh beda dengan di Indonesia. Sebagai contoh, sekitar sekali makan dengan porsi besar dan kadang nasi tambah gratis sekitar Rp. 20.000 – Rp. 25.000. Menu sarapan roti sandwich dan susu kedelai sekitar Rp. 12.000 – Rp. 15.000. Jajanan seperti boba jauh lebih murah sekitar Rp. 12.000 – Rp. 20.000 / gelas besar, dan makanan sejenis shabu-shabu hanya Rp. 60.000 / all u can eat. Biasanya, mahasiswa membeli makanan seperti meal box (Biendang) berkisar 50NT$ (Rp. 21.950).

Biaya yang dikeluarkan per bulan biasanya untuk makan dan perlengkapan bulanan lainnya, biasanya habis sekitar NT$ 5.000 – NT$ 8.000 (sekitar Rp. 2.195.000 – Rp. 3.512.000) per bulannya. Tak jauh beda kan dengan biaya hidup di Indonesia?

Beberapa persyaratan untuk mengikuti program Fast Track ini antara lain merupakan mahasiswa aktif Prodi TI UAJ dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 dan menyelesaikan SKS sebanyak 131. Selain itu, persyaratan lain yaitu nilai TOEFL dengan skor 500 atau nilai IBT dengan skor 61 atau nilai IELTS dengan skor 5,5.

Selain program program Fast Track atau program yang dinamakan 3+1+1 ini, Prodi TI UAJ juga punya 3+1, yaitu 3 tahun kuliah di Prodi TI UAJ dan 1 tahun kuliah di kampus luar negeri yang menjadi mitra Prodi TI UAJ seperti I-Shou University (Taiwan), Yuan Ze University (Taiwan), HCMC University of Technology and Education (Vietnam), dan Mapúa University (Filipina). Bagi kalian siswa SMA/SMK yang tertarik dengan program ini juga, daftarkan segera diri kalian melalui https://admission.atmajaya.ac.id/

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*