Simak, Inilah Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jangan Tertukar!

Wisuda merupakan tahap seorang mahasiswa sudah memiliki pola pikir ilmiah (KalderaNews/Ist)
Wisuda merupakan tahap seorang mahasiswa sudah memiliki pola pikir ilmiah (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Mahasiswa semester akhir, pada jenjang apapun akan menghadapi membuat karya tulis sebelum lulus. Karya tulis tersebut berbentuk skripsi, tesis, dan disertasi.

Dari segi jenjang, skripsi ditujukan untuk mahasiswa S1, lalu tesis untuk mahasiswa S2, dan disertasi untuk mahasiswa S3. Akan tetapi, terdapat perbedaan umum lainnya dari ketiga hal tersebut. Apa saja?

Segi Permasalahan

Untuk skripsi, permasalahan penelitian pada umumnya mengangkat pengalaman empiris. Empiris merupakan pengalaman yang diperoleh dari percobaan yang sebelumnya telah dilakukan oleh peneliti lain. Untuk jenjang sarjana, mahasiswa mengembangkan kasus sesuai teori atau lapangan.

BACA JUGA:

Kemudian, tesis mengangkat permasalahan berdasarkan pengalaman empiris dan teoretis. Penjelasan ditulis secara mendalam agar bisa diterapkan pada prototipe. Sedangkan, permasalahan pada disertasi diangkat dari kajian teoretis yang didukung fakta empiris serta penelitian bersifat sangat mendalam.

Perbedaan Metode/Uji Statistik

Pada setiap jenis publikasi, terdapat perbedaan metode atau uji statistik untuk melihat hipotesa. Baik skripsi, tesis, ataupun disertasi bisa memakai teknik kuantitatif atau kualitatif. Akan tetapi, terdapat perbedaan pada alat statistik yang digunakan, meskipun tidak menjamin semua jenjang menerapkan hal tersebut.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*