Inilah Universitas Top Asia Versi Quacquarelli Symonds, Indonesia Mana?

Ilustrasi: Para mahasiswa National University of Singapore (NUS). (Ist.)
Ilustrasi: Para mahasiswa National University of Singapore (NUS). (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds merilis QS Regional Rankings ASIA 2020 berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan terhadap lebih dari 634 institusi perguruan tinggi di Benua Asia.

National University of Singapore (NUS) dinobatkan sebagai universitas terbaik di Asia selama tiga tahun berturut-turut. Disusul Tsinghua University di posisi kedua dan Nanyang Technological University (NTU) di urutan ketiga.

BACA JUGA:

Berikut daftar 10 universitas top di Asia versi Quacquarelli Symonds:

  1. National University of Singapore (NUS)
  2. Tsinghua University
  3. Nanyang Technological University (NTU)
  4. University of Hong Kong (HKU)
  5. Zhejiang University
  6. Fudan University
  7. Peking University
  8. The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST)
  9. Universiti Malaya (UM)
  10. Shanghai Jiao Tong University

Tsinghua University naik ke peringkat ke-2, yang merupakan posisi tertinggi selama ini. Sementara Shanghai Jiao Tong University masuk sepuluh besar untuk pertama kali.

University of Hong Kong (HKU) yang merupakan universitas top di Hong Kong turun satu peringkat. Sedangkan, Universiti Malaya (UM) masuk ke jajaran sepuluh besar untuk pertama kali, dan 24 dari 35 universitas di Malaysia juga telah meningkatkan posisinya.

Jepang menempatkan 11 universitas di jajaran 50 besar. Jumlah ini yang paling besar di antara negara Asia lainnya.

Sementara, universitas-universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta hanya bertengger di peringkat di atas 100. Hanya ada 3 universitas di Indonesia yang masuk dalam jajaran 100 besar, yaitu Universitas Gadjah Mada (peringkat 57), Universitas Indonesia (peringkat 59), dan Institut Teknologi Bandung (peringkat 62).

Ben Sowter, Direktur Riset di QS, mengatakan, “Hasil tahun ini menegaskan kembali sifat pendidikan tinggi Asia yang sangat kompetitif dan dinamis. Universitas terbaik China terus berkembang, pendidikan tinggi Jepang relatif stagnan, dan Malaysia terus meningkat.”

QS Asia University Rankings disusun berdasar 11 indikator, yakni:

Reputasi akademis (30%)

Indikator Ini dinilai menggunakan data survei global akademisi yang dilakukan QS setiap tahun. Survei ini meminta para akademisi untuk mengidentifikasi universitas terkemuka di bidang mereka sendiri. Survei ini juga bertujuan memberikan indikasi universitas mana yang memiliki reputasi terkuat dalam komunitas akademik internasional.

Reputasi pemberi kerja (20%)

Indikator ini juga menggunakan hasil survei internasional. Kali ini para pemberi kerja lulusan yang diminta untuk mengidentifikasi universitas yang mereka anggap menghasilkan lulusan berkualitas tinggi.

Rasio Fakultas dengan Mahasiswa (10%)

Indikator ini menilai rasio anggota staf akademik penuh waktu yang dipekerjakan per siswa yang terdaftar. Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang berapa banyak waktu kontak dan dukungan akademis yang mungkin diharapkan oleh siswa di institusi tersebut.

Jaringan penelitian internasional (10%)

Dengan menggunakan data yang disediakan Scopus, indikator ini menilai tingkat keterbukaan internasional dalam hal kolaborasi penelitian untuk setiap lembaga yang dievaluasi.

Kutipan per makalah (10%) dan makalah per fakultas (5%)

Kedua indikator ini dinilai menggunakan data publikasi penelitian dan kutipan Scopus, yang bertujuan memberikan gambaran tentang dampak setiap penelitian lembaga terhadap komunitas penelitian dan indikasi tentang produktivitas penelitian universitas secara keseluruhan.

Staf dengan gelar PhD (5%)

Indikator ini menilai proporsi anggota staf akademik dengan gelar PhD. Ini juga melengkapi indikator rasio fakultas/mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan ukuran proksi dari komitmen institusi untuk pengajaran berkualitas tinggi.

Proporsi dosen internasional (2,5%) dan proporsi mahasiswa internasional (2,5%)

Indikator ini bertujuan untuk menilai seberapa “internasional” setiap universitas, yang mencerminkan fakta bahwa internasionalisasi adalah prioritas utama baik untuk universitas di Asia maupun di setiap kawasan dunia. Kedua indikator ini, juga digunakan dalam QS World University Rankings, menilai proporsi staf dan mahasiswa di universitas yang digolongkan “internasional”.

Proporsi siswa pertukaran masuk (2,5%) dan proporsi siswa pertukaran keluar (2,5%)

Dua indikator terakhir ini memang tidak digunakan dalam pemeringkatan secara global. Indikator ini menilai aktivitas internasionalisasi universitas di Asia, menilai ukuran relatif dari program pertukaran pelajar masuk dan keluar di masing-masing institusi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*