Guru Asal India Jadi Pemenang Global Teacher Prize 2020, Berhadiah 14 Miliar

Ranjitsinh Disale, guru asal India, jadi tenaga pendidik terbaik versi UNESCO tahun 2020 (KalderaNews/Dok. Global Teacher Prize)
Ranjitsinh Disale, guru asal India, jadi tenaga pendidik terbaik versi UNESCO tahun 2020 (KalderaNews/Dok. Global Teacher Prize)

LONDON, KalderaNews.com – Ranjitsinh Disale dari India dinobatkan sebagai pemenang Global Teacher Prize 2020 pada 3 Desember 2020 secara virtual. Guru desa India Ranjitsinh Disale tersebut mengubah kesempatan hidup gadis-gadis muda di Sekolah Dasar Zilla Parishad, Paritewadi, Solapur, Maharashtra, India.

Disale menyingkirkan 12.000 nominator dari 140 negara di seluruh dunia. Dalam pidato kemenangannya, Disale membuat pengumuman luar biasa bahwa ia akan berbagi setengah dari hadiah uang dengan sesama 10 finalis Top.

Dengan demikian, sembilan finalis lainnya masing-masing menerima lebih dari US $ 55.000. Ini merupakan pertama kalinya dalam enam tahun sejarah Global Teacher Prize pemenang keseluruhan berbagi hadiah uang dengan finalis lainnya.

Disale mengajar di gedung bobrok, diapit di antara kandang ternak dan gudang. Sebagian besar gadis berasal dari komunitas suku yang tidak memprioritaskan pendidikan anak perempuan. Bahkan, praktik pernikahan remaja adalah hal yang biasa.

Selain itu, kurikulum pendidikan tidak menggunakan bahasa Kannada sebagai pengantar utama pembelajaran, sehingga siswa tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan.

BACA JUGA:

Ia berusaha mempelajari bahasa Kannada untuk mendesain ulang semua buku teks kelas 1-4 untuk pemahaman yang lebih baik, bersama dengan kode QR unik yang menyematkan puisi audio, video ceramah, cerita, dan tugas dalam bahasa Kannada. Usahanya berbuah manis dengan 98 persen siswa mencapai hasil belajar yang diharapkan mereka sebelum lulus.

Kendati Indonesia tidak menjadi pemenang utama, tetapi seorang guru asal Semarang, Aris Kukuh Prasetyo masuk ke jajaran 50 besar finalis Global Teacher Prize 2020.


Ia merupakan guru SDN Delik 02, Semarang. Kontribusi Aris telah diakui dalam Simposium Guru 2015 yang dibawakan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Ia juga pernah masuk nominasi untuk penghargaan 2016 kategori Guru Sains Terbaik di Asia Tenggara, serta Penghargaan Konstitusi 2016 dari Kementerian Pendidikan.

Ia memiliki cita-cita membangun perusahaan rintisan yang akan mengembangkan platform pembelajaran online yang menghubungkan siswa dan guru untuk kuis, permainan, kursus, dan biaya kuliah.

Selain itu, terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus membuatnya memiliki keinginan besar untuk membangun minimal satu sekolah di setiap kabupaten, terutama di pedesaan.

Global Teacher Prize merupakan ajang tahunan bergengsi untuk guru di seluruh dunia. Ajang tahunan ini merupakan pemberian penghargaan sebesar US $ 1 juta kepada guru ulung yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada profesinya. Acara ini menekankan pentingnya memberikan apresiasi tertinggi bagi guru di segala aspek kehidupan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*