Saran Ketua LTMPT Memilih Jurusan di SNMPTN Agar Tidak Menyesal

Ketua LTMPT, Prof. Dr. Mohamad Nasih pada sosialisasi pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021, Sabtu, 12 Desember 2020 (KalderaNews/Dok. Syasa Halima)
Ketua LTMPT, Prof. Dr. Mohamad Nasih pada sosialisasi pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021, Sabtu, 12 Desember 2020 (KalderaNews/Dok. Syasa Halima)

JAKARTA, KalderaNews.com – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menggelar sosialisasi pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Sabtu, 12 Desember 2020.

Ketua LTMPT, Prof. Dr. Mohamad Nasih dan Ketua Pelaksana LTMPT, Prof. Dr. Budi Prasetyo Widyobroto hadir pada sosialisasi tersebut. Persaingan sengit untuk masuk perguruan tinggi negeri favorit selalu menjadi sorotan siswa yang akan mengikuti SNMPTN dan SBMPTN.

Ketua LTMPT, Prof. Dr. Mohamad Nasih menjelaskan ketika LTMPT mengumumkan dengan kuota, maka kuota tersebut sudah dikunci sesuai jumlahnya, maka dari itu sekolah harus menyiapkan langkah yang strategis ketika mendaftarkan siswa pada SNMPTN.

BACA JUGA:

“Bahwa yang perlu dimasukkan dalam PDSS hanya berdasarkan kuota yang ada, tidak boleh lebih. Jadi, saya mohon kawan-kawan sejak awal sudah menghitung dan mempersiapkan diri,” ujarnya.

Lalu, ia mengungkapkan bahwa para rektor mengutamakan efisiensi ketika membaca dokumen siswa yang mengikuti SNMPTN. Maka dari itu, ia
memberikan saran pada sekolah untuk merapikan administrasi para siswa serapi dan semudah mungkin.

“Termasuk di dalamnya, kami para rektor tidak ingin terlalu disibukkan dengan membuka banyak prestasi-prestasi yang luar biasa banyaknya. Kami mohon sekolah sudah mempertimbangkan itu semuanya, sehingga nilai yang dikirimkan adalah nilai yang bersih,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan berkenaan dengan siswa yang sudah lulus SNMPTN pada tahun sebelumnya, lalu mengikuti SBMPTN. Ia tidak memperkenankan siswa yang lolos SNMPTN untuk mengikuti SBMPTN. Ia mengungkapkan bahwa peserta yang sudah diterima pada SNMPTN tahun berapapun, kemudian ikut lagi di SBMPTN dan mandiri, sesungguhnya itu sudah merugikan negara dan perguruan tinggi tersebut.

“Kursinya menjadi kosong lagi untuk sekian tahun yang akan datang, sementara kita tidak mungkin menambahkan kuotanya. Sehingga bagi kalian yang sudah diterima SNMPTN pada tahun berapapun tidak diperkenankan untuk mengikuti SBMPTN dan UTBK yang ada. Ini menyangkut pilihan,” ujarnya.

Supaya tidak menyesal, maka ia sangat menegaskan kepada para murid dan sekolah untuk memikirkan pilihan jurusan secara matang. Hal ini supaya calon mahasiswa tidak menjalani perkuliahan secara terpaksa. Siswa harus berpikir panjang untuk pilihan yang akan menentukan masa depan 4 hingga 5 tahun kemudian.

“Karena itu pesan kita adalah, tolong pilihan di SNMPTN dipikirkan masak-masak. Kalau perlu tidak usah mengambil dua pilihan karena kalau diterima pilihan ke dua itu biasanya menyesal dan ingin pindah jurusan, sehingga kami mohon kawan-kawan di sekolah untuk memastikan pilihan tersebut adalah mereka yang sukai. Kalau tidak suka, maka langsung saja ikut SBMPTN. Pilihan tersebut menentukan 4 hingga 5 tahun ke depan,” tegasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*