Pakar Linguistik: Selama Belajar Daring Kemampuan Siswa Menurun

Ilustrasi orang tua mengajarkan pentingnya pendidikan pada anak (KalderaNews/Ist)
Orangtua dan anak di rumah (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Pandemi Covid-19 selama satu tahun terakhir membuat proses pendidikan terpaksa dilakukan secara daring. Namun, hingga kini masih banyak siswa tidak dapat mengakses belajar virtual karena terkendala akses seperti ponsel jaringan internet.

Tidak semua daerah memiliki jaringan internet yang memadai. Jika siswa tersebut tinggal di daerah perkotaan maka saat ia belajar daring tidak banyak menghadapi kendala. Lain cerita bagi siswa di pelosok atau daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Mereka lebih sulit mengakses pembelajaran daring sehingga seringkali ada materi yang tertinggal atau terlewatkan. Hal itu berdampak pada penurunan kualitas kemampuan linguistik anak karena guru tidak dapat menyampaikan materi ajar secara kontekstual.

BACA JUGA:

Guru Perlu Berinovasi

Dengan demikian, guru perlu melakukan improvisasi dan inovasi dalam memberikan materi belajar, yakni membangun interaksi dengan siswa meski dilakukan secara daring. Bukan sekadar memberikan tugas kepada siswa lewat grup media sosial.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*