Banjir Rendam 193 RT di Jakarta, Sebanyak 1.380 Jiwa Mengungsi




Hujan yang terus mengguyur Kota Bekasi 19-20 Februari 2021, sebagaimana telah diprediksi BMKG dan LAPAN menyebabkan banjir di sejumlah titik, seperti Perumahan Jatibening, Taman Permata Cikunir, Kompleks AL, Kompleks PAM dan lain-lainnya. Bahkan ketinggian banjir di Perumahan Jatibening Permai Kota Bekasi, Jawa Barat, mencapai perut orang dewasa. Akses Gerbang Tol Jatibening juga sempat terendam banjir
Hujan yang terus mengguyur Kota Bekasi 19-20 Februari 2021, sebagaimana telah diprediksi BMKG dan LAPAN menyebabkan banjir di sejumlah titik, seperti Perumahan Jatibening, Taman Permata Cikunir, Kompleks AL, Kompleks PAM dan lain-lainnya. Bahkan ketinggian banjir di Perumahan Jatibening Permai Kota Bekasi, Jawa Barat, mencapai perut orang dewasa. Akses Gerbang Tol Jatibening juga sempat terendam banjir (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (20/2) dini hari menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik.

Menurut citra radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (20/2) pukul 01.30 WIB, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat merata di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta hingga Sabtu (20/2) hingga pukul 06.00, sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masih terdampak genangan.

BACA JUGA:

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto memaparkan, sebanyak 29 RW terdampak di Jakarta Selatan, terdiri dari 44 RT, dengan ketinggian 40 – 150 cm, dan terdapat pengungsi sebanyak 7 KK dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur terdapat 50 RW terdampak, terdiri dari 143 RT, dengan ketinggian 40 – 180 cm, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Serta di Jakarta Barat sejumlah 4 RW dan 6 RT terdampak.

“Secara keseluruhan, sebanyak 193 RT terdampak dari total 30.470 RT yang ada di Jakarta, dengan persentase RT terdampak sebesar 0,633 %. Dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa,” terangnya.

“Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa sejumlah wilayah yang masih terdampak tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur,” imbuh Sabdo.

Hingga kini tidak ada korban jiwa dan jajaran lintas dinas Pemprov DKI langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan agar dapat segera surut.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*