Pianis Cilik Asal Kendal, Jefri Setiawan, Pencetak Rekor Dunia Main Piano 3 Jam 45 Menit dengan Mata Tertutup




Jefri Setiawan, pianis muda asal Bugangin, Kendal, Jawa Tengah
Jefri Setiawan, pianis muda asal Bugangin, Kendal, Jawa Tengah (KalderaNews/Pemprov DKI)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pianis muda Jefri Setiawan baru saja memecahkan rekor dunia. Ia memainkan 150 lagu dengan piano selama sekitar 3 jam 45 menit dengan mata tertutup.

Pemecahan rekor dunia yang diselenggarakan di Gedung Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/3) lalu tersebut membuat Jefri berhasil mencatatkan namanya di dua buku rekor internasional sekaligus. Keduanya ialah American Books of Records dan European Records Book.

Bocah berusia 12 tahun ini bukan termasuk anak dari kalangan keluarga berada. Orang tuanya yang tinggal di RT 01 RW 01, Bugangin, Kendal, Jawa Tengah, ini hanya penjual air isi ulang. Sejak duduk di sekolah dasar, Jefri harus membantu orang tuanya mengantar air isi ulang di sekolah-sekolah.

BACA JUGA:

Jefri yang kini duduk di kelas 7 SMPN 2 Kendal berlatih main piano. Hasilnya pun luar biasa. Ia berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) tahun 2016, karena bermain piano dengan mata tertutup saat menyanyikan 10 lagu.

Ia juga memecahkan rekor dunia di acara “Memorizing Songs While Playing Piano, Blinfolded Nonstop” di New Delhi, India pada akhir Februari dengan memainkan 10 lagu dari 120 lagu yang direncanakan. Kesepuluh lagu tersebut di antaranya Kiss The Rain, River Flows in You, Indonesia Jaya dan Tanah Airku karya Ibu Sud.

Terkesan dengan prestasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan mengundang Jefri untuk datang ke Balai Kota dan bertemu langsung dengan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kedatangan Jefri ke Balaikota disambut dengan hangat oleh Gubernur Anies dan jajarannya. Bahkan Jefri sempat memainkan beberapa lagu di depan Gubernur Anies, salah satunya adalah lagu Indonesia Pusaka katya Ismail Marzuki.

“Kita semua bangga dengan pencapaian Jefri, apalagi pemecahan rekor bertempat di Cempaka Putih, Insya Allah prestasi ini bukan yang terakhir ke depan masih akan banyak lagi prestasi yang lainnya,” ucap Gubernur Anies kepada remaja kelahiran Kendal, 2 Maret 2006 itu.

Lebih lanjut Gubernur Anies juga menyatakan siap mendukung bakat luar biasa Jefri, dengan memfasillitasi ekosistem berkarya untuknya terlebih Jakarta memiliki banyak panggung-panggung besar dan penikmat musik dari berbagai kalangan, dari yang nasional hingga komunitas internasioal.

“Nantinya Jefri bisa tampil di Taman Ismail Marzuki ataupun Gedung Kesenian Jakarta, jika kondisinya sudah memungkinkan(pandemi yang terkendali) mungkin bisa kita undang untuk tampil di depan duta besar negara-negara sahabat yang kebetulan di ibukota ini juga merupakan tempat tinggal para dita besar,” tambahnya.

Selain itu Jefri juga memiliki keinginan agar dapat melanjutkan sekolahnya di Jakarta, dan keinginan tersebut disambut baik Gubernur Anies dengan menawarkan bersekolah di SMA MH Thamrin, tentunya dengan persetujuan orang tua Jefri terlebih dahulu.

“Bagian Jefri bekarya dan bekarya, nanti kita bagian dukung, menyiapkan infrastruktur dan fasilitas, termasuk jika berkenan dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah MH Thamrin, di sana Jefri akan berada di ekosistem yang baik dengan teman-teman yang sama-sama berprestasi sehingga bakat yang dimiliki Jefri sekarang akan terus berkembang,” pesannya.

Sementara itu Jefri menceritakan bagaimana dirinya bisa memacahkan rekor tersebut, di mana Jefri sendiri sebenarnya bukan berasal dari keluarga pemusik dan bakatnya dia asah secara otodidak dengan berbekal keyboard elektrik bukan grand piano seperti yang saat ini dia mainkan.

“Jeffry dari keluarga sederhana, alhamdulillah papa support penuh. Papa cuma bisa fasilitasi Jeffry dengan membelikan keyboard, Jeffry belajar sendiri di rumah. Papa ga bisa ngelesin semaksimal mungkin. Bermodal keyboard sama piano digital dikasih hadiah sama Pak Menteri Pendidikan yang Pak Muhajir itu,” kenangnya.

Peran Piter Purnomo, pemilik sekolah musik Purnomo Semarang pada dasarnya sangat besar. Sebab, Piter telah memberi Jefri beasiswa sekolah musik gratis.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*