Kini BRIN Bawahi 4 Lembaga Penelitian, Inilah Tiga Arah Kebijakannya




Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (KalderaNews.com/Ist.)
Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawahi empat lembaga penelitian. Pemerintah memberi waktu paling lambat dua tahun untuk menyatukan sesuai Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021 tentang BRIN.

Keempat lembaga itu adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

BACA JUGA:

Dengan integrasi tersebut, empat badan riset dan pengkajian itu nantinya menjadi Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL) di bawah BRIN. Litbangjirap merupakan singkatan dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan.

BRIN nantinya berada langsung di bawah tanggung jawab presiden dan menjadi satu-satunya lembaga penelitian otonom. Presiden Jokowi juga telah melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN.

Handoko menekankan tiga arah kebijakan dalam memimpin BRIN. Pertama, melakukan konsolidasi sumber daya (manusia, infrastruktur, anggaran) iptek untuk meningkatkan critical mass, kapasitas dan kompetensi riset Indonesia untuk menghasilkan invensi dan inovasi sebagai fondasi utama Indonesia Maju 2045.

Kedua, menciptakan ekosistem riset sesuai standar global yang terbuka (inklusif) dan kolaboratif bagi semua pihak (akademisi, industri, komunitas, pemerintah).

Ketiga, menciptakan pondasi ekonomi berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan dengan fokus digital – green – blue economy.

Handoko juga menyampaikan beberapa target BRIN. Transformasi proses bisnis dan manajemen riset secara menyeluruh ditargetkan untuk percepatan peningkatan critical mass sumber daya manusia, infrastruktur, dan anggaran iptek, ucapnya.

Selain itu, Handoko menyebutkan refocusing pada riset untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis sumber daya alam dan keanekaragaman (hayati, geografi, kelautan) lokal, selain mengejar ketertinggalan iptek.

Menjadikan Indonesia sebagai pusat dan platform riset global berbasis sumber daya alam dan keanekaragaman (hayati, geografi, seni budaya) local juga merupakan taget lain yang tidak kalah penting, tuturnya.

Target lain yang ingin dicapai adalah menjadi fasilitasi dan enabler industri lokal melakukan pengembangan produk berbasis riset, dan menciptakan industri dengan basis riset kuat dalam jangka panjang; menjadi platform penciptaan SDM unggul di setiap bidang keilmuan, dan entrepreneur berbasis inovasi iptek, dan meningkatkan dampak ekonomi langsung dari aktifitas riset, dan menjadikan sektor iptek sebagai tujuan investasi jangka panjang serta penarik devisa.

“Komitmen BRIN menjadi platform pencetak SDM unggul. Untuk itu, kita akan berkreativitas dalam koridor regulasi dan kita berharap ada dampak ekonomi dari aktivitas riset,” tegas Handoko.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*