Puncak Gerhana Bulan Total Hari Ini Pukul 18.18.43 WIB, Jangan Lewatkan atau Tonton di Sini

Cahaya bulan pada Selasa sore, 25 Mei 2021 menjelang Hari Raya Waisak di langit Jakarta. Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon akan terjadi saat Hari Raya Waisak pada Rabu, 26 Mei 2021
Cahaya bulan pada Selasa sore, 25 Mei 2021 menjelang Hari Raya Waisak di langit Jakarta. Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon akan terjadi saat Hari Raya Waisak pada Rabu, 26 Mei 2021 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Gerhana Bulan Total (GBT) atau Bulan Merah Super atau Super Blood Moon akan dapat dilihat di Indonesia pada Rabu, 26 Mei 2021 dan bertepatan dengan Hari Raya Waisak.

Menyambut fenomena langka tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan mengadakan pengamatan serentak dari sembilan lokasi LAPAN di seluruh Indonesia.

Pengamatan tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube LAPAN RI dan juga kanal YouTube masing-masing Balai dan Stasiun LAPAN untuk pengamatan di daerah.

BACA JUGA:

Untuk memeriahkan fenomena ini, penghobi foto dapat pula mengikuti kompetisi fotografi Gerhana Bulan Total yang ketentuannya dapat dilihat melalui media sosial Instagram @LAPAN_RI.

Peneliti Pussainsa LAPAN, Andi Pangerang, mengungkapkan bahwa Gerhana Bulan kali ini cukup unik karena beriringan dengan terjadinya Perige, yakni ketika Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi.

Mengingat lebar sudutnya yang lebih besar 13,77% dibandingkan dengan ketika berada di titik terjauhnya (apoge) dan kecerlangannya 15,6% lebih terang dibandingkan dengan rata-rata atau 29,1% lebih terang dibandingkan dengan ketika apoge, gerhana Bulan kali ini disebut juga sebagai Bulan Merah Super, tambahnya.

Durasi fase total gerhana juga terbilang cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik. Puncak gerhana sendiri akan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.43.18 WITA atau 20.43.18 WIT dengan jarak 357.464 kilometer dari Bumi, sementara itu puncak Perige terjadi pada pukul 08.57.46 WIB atau 09.57.46 WITA atau 10.57.46 WIT dengan jarak 357.316 kilometer dari Bumi.

Uniknya lagi, GBT kali ini juga bertepatan dengan Detik-detik Waisak yakni pada 15 suklapaksa (paroretang) Waisaka 2565 Era Buddha yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13.30 WIB / 19.13.30 WITA / 20.13.30 WIT dengan jarak 357.461 kilometer dari Bumi.

Pada dasarnya, detik-detik Waisak terjadi ketika Purnama Waisak atau disebut juga Waisaka Purnima yang selalu jatuh pada 15 suklapaksa di bulan Waisaka. Pada saat bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus, sedemikian rupa sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal, maka bulan nampak bulat sempurna dipandang dari Bumi.

Andi menambahkan bahwa kedudukan membentuk garis lurus seperti ini dikenal dengan istilah oposisi (solar) atau istiqbal. Jadi Matahari dan Bulan membentuk sudut 180 derajat satu sama lain dalam peredarannya. Saat kedua benda langit tersebut tepat membentuk sudut 180 derajat di hari Waisak dikenal sebagai “detik-detik Waisak.”

Dengan kata lain, detik-detik Waisak merupakan puncak bulan purnama pada bulan Waisaka menurut penanggalan India yang didasari oleh perderan Bulan. Keputusan merayakan Trisuci ini diatur dalam Konferensi World Fellowship of Budhists (WFB).

Berikut kanal YouTube Balai dan Stasiun LAPAN yang mengadakan pengamatan langsung berikut tautannya:

Balai LAPAN Biak
http://bit.ly/youtubeLAPANbiak

LAPAN Kupang
http://bit.ly/youtubeLAPANkupang

SBPJP LAPAN
http://bit.ly/youtubeLAPANparepare

LAPAN PASURUAN
http://bit.ly/youtubeLAPANpasuruan

LAPAN GARUT
http://bit.ly/youtubeLAPANgarut

LAPAN Sumedang
http://bit.ly/youtubeLAPANsumedang

Pusat Sains Antariksa LAPAN
http://bit.ly/youtubeLAPANpussainsa

bpaa pontianak
http://bit.ly/youtubeLAPANpontianak

LAPAN Agam
http://bit.ly/youtubeLAPANagam

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*