Seameo Cecep dan IPB University Latih Guru PAUD Kamboja tentang Pendidikan Karakter

IPB
Ilustrasi: IPB

JAKARTA, KalderaNews.com – Southeast Asia Ministers Education Organization Centre of Early Childhood Care Education and Parenting (Seameo Cecep) bersama Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University menggelar pelatihan untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kamboja tentang pendidikan karakter.

Seameo Cecep merupakan Pusat Regional yang menangani penelitian pendidikan, pengembangan kapasitas, dan advokasi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Parenting di Asia Tenggara, khususnya untuk pengembangan pelatihan untuk Guru PAUD di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Ketua Tim Peneliti IKK IPB University, Dr Dwi Astuti, dalam keterangannya dikutip KalderaNews.co, Senin (31/5/2021), mengatakan, Seameo Cecep selain menggandeng Departemen IKK juga menggandeng Seameo Secretariat dan juga Ministry of Education, Youth, and Sport (MoEYS) Kingdom of Cambodia.

BACA JUGA:

E-training kali ini ditujukan untuk melatih para Guru PAUD di Kamboja untuk mengenal lebih jauh tentang Pendidikan Karakter di jenjang PAUD dan memperkenalkan penerapan Dwiasas Karakter: Sopan Santun dan Tekun (Politeness and Persistence) dalam proses pembelajaran di PAUD di Kamboja.

Pelatihan secara daring (online) itu dibuka langsung oleh Director of Seameo Cecep, Dr Dwi Priyono, Director of SEAMEO-Secretariat Dr Ethel Agnes P Valenzuela, dan Deputy Secreatry General of NC-ECCD and Director of Early Childhood Education Department, MoEYS Kingdom of Cambodia Mr H.E. Prak Kosal.

Departemen IKK IPB Universty mengajarkan Dwiasas Karakter: Sopan Santun dan Tekun dan bagaimana penerapannya secara simultan antara pendidikan karakter di sekolah dan di rumah. Melalui materi itu diharapkan peserta pelatihan mampu menerapkan pendidikan karakter di sekolah masing-masing, khususnya nilai-nilai kebaikan yang terkait dengan karakter sopan santun dan tekun.

“Kami juga memberikan contoh-contoh penerapan pendidikan karakter di sekolah dan dilanjutkan dengan penerapannya di rumah. Selain mendapatkan materi, peserta juga melakukan tugas mandiri yang dikerjakan secara individu maupun berkelompok untuk bisa memperdalam penguasaan materi pelatihan,” imbuh dia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*