Keluarga Jadi Pondasi Utama Terbangunnya Generasi CEKATAN di Tengah Pandemi

Ilustrasi: Pendidikan anti korupsi harus dimulai di dalam keluarga. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Pendidikan anti korupsi harus dimulai di dalam keluarga. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Ketua HIMPSI Jaya Dr. Widura Imam Mustopo, M.Si (Psikolog) menegaskan tidak semua orang mampu bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 ini.

Ia menjelaskan dari penelitian oleh Dr Bagus Takwin, dkk dari Fakultas Psikologi UI di 34 provinsi dengan partisipan sebanyak 5817 responden ditemukan bahwa kebanyakan responden memiliki tingkat resiliensi atau daya lenting yang rendah dan ini menyebabkan dampak sosial psikologis yang cukup serius.

Temuan ini mendorong HIMPSI Jaya menyelenggarakan webinar tentang bagaimana upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam membentuk Ketangguhan Mental Masyarakat Indonesia dimana immune sistem manusia perlu ditingkatkan tentunya disamping menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA:

Webinar “Ketangguhan Mental Masyarakat Indonesia” dilaksanakan HIMPSI Jaya pada, Sabtu, 10 Juli 2021. Webinar ini merupakan sumbangan ilmu sikologi dan para ilmuan psikologi yang secara khusus dapat membantu dalam menelaah, menyadari dan memahami tentang kemampuan adaptasi yang lentur. Adaptasi yang lentur penting untuk menghadapi kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran, Prof Dr Yuke Roosjati Siregar M.Pd, Psikolog memaparkan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama.

Keluarga bisa berperan dalam membangun generasi CEKATAN (Cerdas, Emosi positif, Ketrampilan Sosial, Asli Teknologi, Adaptif, Nilai) dengan proses pendidikan melalui CINTA (Contoh, Iklim, Nilai, Tanggung Jawab, Asih) di masa pandemi ini.

Ia menambahkan keluarga tangguh mampu mengembangkan keluarga sebagai suatu kesatuan dan memahami kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota keluarga serta memerdayakannya dengan optimal dalam komunikasi yang sehat, bisa mendorong penguatan terhadap isu ketangguhan keluarga, juga bagaimana proses perubahan cara dan strategi yang harus dilakukan oleh keluarga untuk menghadapi dan mengatasi masa sulit ini.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*