SPP Hanya 300 Ribu, SMK Raden Umar Said Kudus Mampu Berkiprah Internasional

Ruang Kelas di SMK Raden Umar Said Kudus Jawa Tengah
Ruang Kelas di SMK Raden Umar Said Kudus Jawa Tengah

KUDUS, KalderaNews.com – Selama ini, sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan dianggap “pilihan kedua”. Namun, SMK Raden Umar Said (RUS) di Kudus, Jawa Tengah ingin menunjukkan bahwa belajar di SMK juga dapat berkiprah di tingkat dunia.

SMK RUS Kudus adalah sekolah binaan Djarum Foundation. Selama ini, sekolah ini telah mampu dipercaya menerima proyek dari lembaga luar negeri. Proyek yang jumlahnya sudah puluhan ini, kemudian dikerjakan oleh siswa. Hal ini dapat terjadi karena SMK RUS menjalin kerja sama dengan banyak mitra luar negeri dari Singapura, Malaysia, Kanada, China, Uni Emirat Arab, Irlandia, Amerika Serikat, dan Jepang.

Sebagai sekolah animasi, SMK RUS Kudus saat ini telah menjelma menjadi sebuah rumah produksi. Karya animasi yang dihasilkan siswa lalu tersalurkan melalui Teaching Factory bernama RUS Animation Studio. Jangan kaget, studio ini saat ini sudah memiliki peralatan lengkap.

BACA JUGA:

Jangan kaget juga, untuk bisa bersekolah di sini, siswa hanya dikenai uang sekolah Rp 300 Ribu perbulan saja. Dengan Teaching Factory-nya, SMK RUS Kudus mendorong siswanya untuk berkarya sehingga dari penghasilan yang didapat dari setiap proyek, siswa dapat menutupi biaya operasional yang ditaksir Rp 2 Juta persiswa untuk satu bulan.

SMK RUS Kudus memiliki fasilitas yang mumpuni. Ini menjadikan siswanya betah berlama-lama belajar bahkan hingga larut malam. Di sekolah ini dapat ditemukan banyak siswa dan siswi yang masih belajar, bahkan saat jam pelajaran sudah usai.

Di sekolah ini, ada dua sistem pendidikan yang dijalankan seimbang antara praktik serta teori. Saat siswanya pulang hingga malam karena merasa sekolahnya terlampau asik untuk ditinggalkan.

Kepala Tata Usaha SMK Raden Umar Said, Roni mengatakan, selain teori dan praktik, sekolah juga mengacu pada tiga hal yakni normatif, adaptif dan produktif. Hal ini didukung fasilitas tambahan yang ada di sekolah tersebut.

Ada lima jurusan yang tersedia di SMK Raden Umar Said yakni grafika, produksi grafika, desain komunikasi visual, animasi dan rekayasa perangkat lunak. Meski kurikulum sama, siswa diberi kesempatan untuk memperdalam setiap pelajaran yang diterima. Harapannya dengan fasilitas pendukung serta sistem ini para siswa bisa memaksimalkan potensi yang ada. SMK Raden Umar Said juga memberikan kebebasan terhadap siswanya untuk mengasah kreativitas.

Di Kudus sendiri, sekolah modern seperti SMK Raden Umar Said bukanlah yang pertama. Sudah ada beberapa SMK yang menerapkan hal serupa. Untuk mewujudkan sekolah semacam ini diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dukungan dari perusahaan swasta.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*