Cerita Faruq Mengejar Beasiswa Luar Negeri, Sampai Terpilih Sebagai Koordinator PPI Dunia

Faruq Ibnul Haqi, Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia periode 2021-2022. (KalderaNews.com/Ist.)
Faruq Ibnul Haqi, Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia periode 2021-2022. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Faruq Ibnul Haqi terpilih menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia periode 2021-2022. Faruq adalah penerima beasiswa S2 Australia Awards (AAS) dan Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI.

Kini, Faruq sedang berkuliah kandidat Ph.D bidang Perencanaan Wilayah dan Kota di University of South Australia (UniSA), Adelaide, Australia.

BACA JUGA:

Alumnus S1 Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga pernah mendapatkan berkesempatan belajar di Bulacan State University, Filipina selama satu bulan lebih melalui program Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2007.

Pria kelahiran 4 Maret 1986 yang kini menjadi dosen tetap Jurusan Arsitektur Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengatakan, semula ingin melanjutkan kuliah ke Jerman. Tapi, karena kendala bahasa, ia pun berbelok mendaftar ke kampus yang menyediakan pengantar bahasa Inggris.

Faruq pun fokus mengejar beasiswa di Australia. Beasiswa Australia Awards memang mensyaratkan pelamar sudah bekerja. Inilah yang membuat Faruq terdorong untuk bekerja sebagai arsitek dan asisten dosen sebelum melanjutkan studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota di UniSA, Australia (2013-2015) dengan beasiswa.

Sejak studi S2, Faruq sudah aktif berkegiatan PPI Australia (PPIA). Bahkan, ia pernah menjadi Presiden PPIA pada 2013-2014. Aktivitasnya di PPI masih berlanjut saat meneruskan studi S3 di kampus yang sama dengan Beasiswa 5000 Doktor Kemenag. Pada periode 2020-2021, ia menjadi Wakil Koordinator PPI Dunia Kawasan Asia dan Oseania.

Faruq berkata, agar studi dan kegiatannya di PPI bisa seimbang, terutama dengan beasiswa, ia menerapkan prinsip komitmen dan disiplin yang ditanamkan sejak studi S2.

“Tugas utama adalah studi, di sisi lain mengembangkan diri lewat organisasi. Ini juga yang diterapkan anggota PPI lainnya,” ujar Faruq.

Saat ini, kata Faruq, ada 600 PPI dengan anggota sekitar 80 ribu. “Mereka ini memiliki riset dengan sebagian besar topiknya terkait Indonesia. Akan bermanfaat jika disebarluaskan agar menginspirasi dan memunculkan kolaborasi lebih lanjut dengan unsur-unsur lain,” ujarnya.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*