Maaf, Mahasiswa Indonesia yang Ingin ke Nightclub, Saat Ini Masih Tutup!




Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sebanyak 37 penerima beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) hadir secara virtual dalam acara Orange Tulip Scholarship Awardees Online Gathering 2021 yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia, Sabtu, 31 Agustus 2021.

Selain bertujuan untuk mempererat ikatan diantara para penerima beasiswa OTS, acara ini juga menjadi sarana berbagi bekal informasi seputar studi dan tinggal di Belanda.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang sedang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini tentu saja tidak meredam semangat para penerima beasiswa untuk hadir secara virtual dalam acara ini.

BACA JUGA:

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl yang saat ini sedang berada di Belanda turut hadir untuk memberikan sambutan dan mengucapkan selamat secara langsung pada para penerima beasiswa.

Dalam sambutannya Peter menjelaskan kalau situasi di Belanda saat ini telah membolehkan universitas melakukan kuliah tatap muka. Peter lantas mengharapkan penerima beasiswa OTS untuk berkiprah di kancah internasional baik secara karier dan berpretasi melalui NL Alumni Network setelah selesai menyelesaikan studi di Belanda.

“Situasi di Belanda harus jujur saya katakan sangat berbeda, situasi saat ini secara umum sudah normal dengan beberapa larangan. Maaf bagi yang ingin pergi ke nightclub atau diskotik, saat ini masih tutup. Tetapi, kalian masih bisa shooping dan keliling untuk jalan-jalan,” terangnya.

Satu hal yang sangat penting untuk mahasiswa, meski saat ini masih belum full tatap muka, tapi mahasiswa sudah bisa bertemu profesor dan mahasiswa lainnya dalam kelompok kecil.

Sementara itu, dua pembicara yang hadir di Orange Tulip Scholarship Awardees Online Gathering 2021 adalah para penerima beasiswa OTS tahun sebelumnya, yakni Antonius Satria langsung dari Belandam OTS awardee 2020 yang sedang melanjutkan studi master International Business Law di Tilburg University dan penerima beasiswa OTS pada tahun 2018, Wahyudio Mahesa yang telah berhasil menyelesaikan studi Master in International Business Management di Hanze University of Applied Sciences.

Kedua narasumber berbagi pengalaman bekerja paruh waktu (sampingan) sambil studi di Belanda. Pengalaman dari kedua pembicara ini diharapkan dapat memberikan semangat dan inspirasi kepada para penerima beasiswa tahun ini.

Acara diakhiri dengan networking session, dimana dalam sesi ini para awardee dapat berkenalan satu sama lain serta membangun jejaring baik antara para awardee, alumni, dan Nuffic Neso Indonesia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*