Duh, 60 Mahasiswa Indonesia di Belanda Belum Dapat Tempat Tinggal

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas (KalderaNews/JS De Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Bagi mahasiswa baru atau mahasiswa Indonesia yang sudah lama menetap di Belanda, mencari housing atau indekos itu tidak gampang. Bukan rahasia lagi, urusan housing di Belanda cukup pelik (Baca: Housing dan Family Allowance, Masalah Paling Pelik bagi Awardee LPDP). Sewa housing cenderung rumit dan memiliki regulasinya tersendiri.

Indekos atau housing adalah kebutuhan primer bagi pelajar Indonesia di Belanda. Jika tidak memiliki housing, pelajar akan terkena masalah, bahkan bisa berbuntut panjang.

BACA JUGA:

Mencari housing di kota besar seperti Amsterdam, Groningen, dan kota lainnya di Belanda tak semudah yang dibayangkan. Tak mengherankan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas cukup direpotkan dengan persoalan ini.

Selain mahasiswa internasional yang terpapar Covid-19, belakangan ini pihaknya juga mendapatkan laporan tentang mahasiswa internasional yang belum mendapatkan akomodasi atau tempat tinggal di Belanda.

Hal ini disebabkan, jelasnya, di samping banyaknya mahasiswa internasional yang datang ke Belanda, namun juga disebabkan oleh ketersediaan tempat tinggal yang terbatas.

“Ada sekitar 60 mahasiswa Indonesia di berbagai kota yang hingga saat ini belum mendapatkan tempat tinggal. KBRI berusaha membantu mahasiswa bekerjasama dengan diaspora Indonesia agar dapat menampung mahasiswa Indonesia di Belanda,” tegasnya di acara StuNed Day 2021 pada Sabtu, 25 September 2021.

“Beberapa sudah menyatakan bersedia, tapi jumlahnya memang masih terbatas,” akunya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanm




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*