Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Katedral Jakarta Segera Dibuka untuk Umum, Ini 4 Faktanya




Ilustrasi: Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal. (Ist.)
Ilustrasi: Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pembangunan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral Jakarta telah rampung. Masyarakat pun akan segera bisa menikmati indahnya toleransi.

Ide terowongan silaturahmi ini berasal dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 7 Januari 2020. Kala itu, Presiden Jokowi sedang meresmikan hasil renovasi Masjid Istiqlal. Terowongan ini diharapkan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

BACA JUGA:

Nah, inilah 4 fakta tentang terowongan silaturahmi Istiqlal – Katedral:

Dibangun dengan APBN senilai Rp 37,8 miliar

Pembangunan terowongan silaturahmi yang menyambungkan tempat parkir kedua tempat ibadah ini menelan biaya hingga Rp 37,8 miliar dari APBN. Pembangunan dimulai pada 15 Desember 2020 dan selesai pada 20 September 2021 sesuai target Kementerian PUPR.

Fasilitas yang memadai

Terowongan silaturahmi memiliki panjang 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas terowongan area tunnel mencapai 136 meter persegi dan total luas shelter serta tunnel 226 meter persegi. Dalam terowongan tersedia fasilitas tangga, lift untuk difabel, serta AC.

Terowongan ini juga terintegrasi dengan area parkir (basement) yang memiliki kapasitas 500 mobil. Fasilitas parkir ini dapat digunakan jemaah Masjid Istiqlal maupun Katedral.

Arsitektur terowongan ini menggunakan gaya modern dengan lapisan marmer dan bagian eksterior menggunakan material transparan, sehingga masyarakat yang berkunjung dapat melihat bangunan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta.

Segera dibuka untuk umum

Sebelum dibuka untuk umum, Kementerian PUPR akan menyerahkan kepada Kementerian Agama dan Pemprov DKI Jakarta. Meskipun dari segi pembangunan sudah selesai namun terowongan itu belum diresmikan.

Alasan pembuatan Terowongan Silaturahmi

Sebelum dibangun terowongan ini, jalinan silaturahmi antara Masjid Istiqlal dengan Katedral Jakarta telah dibangun lama. Setiap kali hari raya umat Katolik, lahan parkir di Masjid Istiqlal selalu digunakan umat Katolik. Pun sebalik jika perayaan Idul Fitri atau Idul Adha, lahan parkir Katedral Jakarta dipakai jemaah Masjid Istiqlal.

Tak hanya itu, perjumpaan para pengelola Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta pun rutin digelar. Tak jarang mereka mengadakan kegiatan bersama.

Kehadiran terowongan silaturahmi ini menjadi simbol sekaligus menegaskan hubungan persahabatan dan persaudaraan antara umat Katedral Jakarta dengan jemaah Masjid Istiqlal.

So, jika sudah dibuka, jangan lupa ke sana ya!

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*