Tarif Swab RT-PCR Berubah-ubah dari 900.000, 495.000 Hingga Kini 275.000, Begini Dalih Jubir Kemenkes




Tes Swab Antigen di Banyuwangi
Tes Swab Antigen di Banyuwangi (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tarif Swab RT-PCR yang berubah-ubah menyisakan tanda tanya besar di masyarakat. Bahkan, belakangan ramai disinyalir ada konflik kepentingan di dalamnya yang melibatkan pejabat negara setingkat menteri.

Masyarakat memang dibuat geram dengan kebijakan tarif RT-PCR yang berubah-ubah mulai dari 900.000 yang diturunkan jadi 495.000 dan kini 275.000. Masyarakat menuntut transparansi.

Banyak pihak pun kini mendesak Kementerian Kesehatan membuka secara terang benderang terkait kebijakan pengadaan PCR, termasuk mengenai penetapan harga dan yang melatarbelakangi perubahan harga tes PCR.

BACA JUGA:

Dihadapkan pada isu yang terus bergulir ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmidzi, akhirnya angkat bicara.

Ia berdalih pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap tarif Swab RT-PCR secara berkala. Evaluasi tarif pemeriksaan Swab RT-PCR telah dilakukan pihak Kemenkes dan BPKP sebanyak tiga kali: 5 Oktober 2020 (Rp900.000), 16 Agustus 2021 (Rp495.000) dan 27 Oktober 2021 (Rp275.000).

Evaluasi berkala dilakukan untuk menutup masuknya kepentingan bisnis dan menjamin kepastian harga bagi masyarakat. Terkait harganya yang berubah-ubah dan bikin geleng-geleng kepala, ia menegaskan kalau biaya pemeriksaan RT-PCR terdiri dari banyak komponen, seperti jasa pelayanan, reagen dan bahan habis pakai (BHP), administrasi, Overhead hingga biaya lainnya sesuai kondisi.

Ia pun menyebut kalau reagen merupakan komponen harga paling besar dalam pemeriksaan Swab RT-PCRR karena mencapai hingga 45-55 persen.

Kenapa harganya di awal-awal bisa tinggi, ia berdalih dengan analogi kelangkaan stok masker dan APD di awal masa pandemi Covid-19 yang akhirnya memengaruhi harga saat itu.

Ia beralasan pada awal pandemi produsen reagen di Indonesia kurang 30 produsen, sementara saat ini sudah adalah lebih dari 200 jenis reagen Swab RT-PCR yang masuk ke Indonesia dan mendapatkan izin edar dari Kemenkes dengan harga yang berbeda-beda. Harga saat ini lebih murah karena telah terjadi persaingan variasi dan harga untuk komponen reagen Swab RT-PCR.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*