Jelang Natal dan Tahun Baru, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Badai Tropis dan La Nina




Ilustrasi: Begini langkah-langkah agar sepeda motor tetap tangguh melintasi genangan banjir. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Begini langkah-langkah agar sepeda motor tetap tangguh melintasi genangan banjir. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, bulan Desember sampai Maret merupakan periode munculnya badai tropis di wilayah Samudera Hindia selatan Indonesia.

“Dampak tidak langsung dari badai tropis tersebut dapat dirasakan hingga wilayah Indonesia dan dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap keselamatan transportasi maupun masyarakat, termasuk saat periode Natal dan Tahun Baru,” ucap Dwikorita.

ACA JUGA:

Hal ini diperparah dengan kondisi La Nina yang saat ini juga berdampak di wilayah Indonesia. Demi memitigasi hal tersebut, lanjut Dwikorita, BMKG sejak bulan Oktober 2021 telah membentuk Brigade La Nina, yang tugasnya mendeteksi secara dini sinyal-sinyal potensi kejadian ekstrem beberapa hari sebelum terjadi.

Dwikorita juga menyampaikan langkah antisipasi La Nina yang dapat meningkatkan jumlah curah hujan 20-70% dari normalnya, ditambah dampak dari munculnya badai tropis.

BMKG sudah menyiapkan tiga radar khusus untuk memperketat monitoring arah kecepatan arus dan tinggi gelombang pada zona-zona penyeberangan. Dwikorita menyebutkan, beberapa bulan yang lalu, BMKG melakukan pelatihan kepada operator kurang lebih 22 pelabuhan yang vital untuk dapat mengakses dan memahami produk informasi dari radar tersebut.

“Diharapkan para nahkoda mendapatkan informasi secara real time dan secepat mungkin dari para operator saat terjadi indikasi cuaca ekstrem. Sehingga ketika muncul gejala atau sinyal, informasi tersebut sudah dapat diberikan dan mencegah adanya kecelakaan,” tutur Dwikorita.

Dwikorita juga menyampaikan informasi mengenai potensi cuaca untuk satu minggu sebelum natal, tepatnya pada 18-24 Desember 2021 di mana hampir seluruh provinsi di Sumatera dan Jawa hingga NTT, kecuali Sumatra Selatan dan DKI Jakarta, akan mengalami hujan lebat.

Kemudian, untuk periode 25 Desember 2021-8 Januari 2022 hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami hujan lebat.

“Seluruh informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi mobile phone Info BMKG di mana kami menyiapkan fitur khusus jalur mudik sepanjang jalan tol atau jalan utama secara real-time yang selalu di-update setiap 6 jam atau sewaktu-waktu terdeteksi sinyal ekstrem akan diberikan peringatan dini 3 jam sampai 30 menit sebelumnya. Selain aplikasi, (informasi ini-red) ada juga di website atau media sosial juga melalui call center yang dapat ditanyakan,” ungkap Dwikorita.

Dwikorita menambahkan beberapa informasi terkait BMKG yang telah menyiapkan infografis tentang cuaca di lokasi wisata, 10 destinasi wisata super prioritas, serta special event.

Kemudian, terdapat juga prakiraan cuaca pelabuhan dan jalur penyeberangan dalam fitur khusus di dalam aplikasi mobile phone atau multimoda lainnya serta informasi cuaca penerbangan terintegrasi telah disiapkan di website.

Terakhir, tersedia juga informasi mengenai gempa bumi dan tsunami dengan sebaran aloptama monitoring gempa bumi (seismograf) di 411 lokasi di Indonesia serta sebaran Warning Receiver System (WRS) di 425 lokasi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*