Masalah Serius! Secara Nasional Per 1 Orang Memproduksi 0,6 Kg Sampah Setiap Harinya, Ini Data-datanya




Siswa SMP Tarakanita Magelang, Clara Gantari Widyakusuma berbagi melakukan daur ulang sampah anorganik di perayaan Hari Ozon Internasional 2021 oleh Yayasan Tarakanita pada Kamis, 16 September
Siswa SMP Tarakanita Magelang, Clara Gantari Widyakusuma berbagi pengalaman melakukan daur ulang sampah anorganik di peringatan Hari Ozon Internasional 2021 oleh Yayasan Tarakanita pada Kamis, 16 September 2021 (KalderaNews/Dok. Yayasan Tarakanita)

JAKARTA, KalderaNews.com – Indonesia menempati peringkat tiga tertinggi dunia sebagai produksi sampah tahunan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat produksi sampah harian nasional mencapai 185.753 ton perhari atau sekitar 0,6 kg per orang setiap harinya.

Sementara itu KLHK merilis data sekitar 40,94% atau 13,64 juta ton sampah per tahun tidak terkelola atau terbuang ke alam. Minimnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap sampah masih menjadi tantangan berat untuk mencapai target pemerintah dalam mengurangi sampah pada tahun 2025 mendatang.

Rofi Alhanif, Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan sampah di laut Indonesia pada tahun 2020 mencapai angka 521,5 ribu ton. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 12,78 ribu ton yang berasal dari aktivitas laut.

BACA JUGA:

“Itu artinya persoalan sampah di laut sebetulnya bermula dari perilaku masyarakat di darat. Dimana dari data tersebut sudah menunjukkan jika lebih dari 80% sampah di laut itu berasal dari daratan,” kata Rofi.

Ia melanjutkan, di satu sisi pemerintah menyadari belum sepenuhnya pengelolaan sampah di darat tertangani secara maksimal dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. Sementara di sisi lain data dari BPS tahun 2019-2020 menyatakan bahwa indeks ketidakpedulian masyarakat Indonesia kepada lingkungan kurang lebih sebanyak 72%.

Senada, penelitian dari LIPI menyampaikan bahwa jumlah sampah plastik dan jumlah sampah medis meningkat beberapa kali lipat selama pandemi Covid-19, karena didorong adanya online shopping yang begitu masif di tengah masyarakat.

Oleh karena itu pihaknya menyarankan hal yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi sampah, pertama adalah sebisa mungkin mengurangi sampah minimal di level diri sendiri. Kemudian menghindari Penggunaan plastik sekali pakai, setelah itu baru memilih dan memilah sampah.

Pengelolaan sampah ini tanggung jawab siapa? Toh, usaha pemerintah saja tidak cukup untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari sampah. Lebih dari itu, ada tugas tidak mudah yaitu menyiapkan generasi penerus yang memiliki pemahaman lingkungan yang memadai.

Generasi penerus mengemban tugas yang tidak mudah untuk merawat dan menjaga alam. Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menegaskan peserta didik adalah agent of change bahkan untuk orang tuanya sendiri.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*