Unik, Kandang Natal di Lereng Merapi Terbuat dari Ban Sepeda Motor Bekas




Kandang Natal Lereng Gunung Merapi di Gereja Stasi Santo Paulus, Ngargomulyo, Paroki Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah
Kandang Natal Lereng Gunung Merapi di Gereja Stasi Santo Paulus, Ngargomulyo, Paroki Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah (KalderaNews/N.Susanti)

MAGELANG, KalderaNews.com – Perayaan Natal umat Katolik di Lereng Gunung Merapi, tepatnya di Gereja Stasi Santo Paulus, Ngargomulyo, Paroki Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, terlihat berbeda dengan perayaan Natal tahun-tahun sebelumnya.

Natal dirayakan dengan pembatasan jumlah umat. Malam Natal dibagi menjadi 2 kali perayaan, yakni Santo Ignatus yang mencakup lingkungan Gemer Timur, Tangkil, Bojong, Ngandong merayakan Misa Natal pada pukul 17.00 WIB dan Santo Petrus yang mencakup Lingkungan Gemer Selatan, Sabrang, Batur Duwur, Kalibening merayakan Misa Natal pada pukul 20.00 WIB.

Antusiasme umat dalam merayakan Natal di Gereja Stasi Santo Paulus mendatangkan kesan tersendiri bagi Romo Firmus MSC. Ia sangat terharu dengan kehadiran umat di lingkungan tersebut, karena dalam situasi yang pelik dalam pembatasan ini para umat di lingkungan tersebut tetap dengan semangat hadir dalam perayaan Natal 2021, bahkan sampai memenuhi pelataran Gereja Santo Paulus.

BACA JUGA:

Ia berpesan pada umat yang hadir untuk selalu menyalakan lilin- lilin kecil yang ada di hati agar menerangi orang-orang yang ada di sekitar. Dengan begitu, tema Natal tahun ini tidak hanya sekadar tema semata, namun memang benar- benar memiliki makna mendalam yang dapat diterapkan dalam perjalanan hidup kita sehari- hari.

Dengan adanya pembatasan umat, panitia Natal tahun ini juga telah menyediakan tempat yang khusus untuk para pemudik, sehingga tetap terjamin keamanan dan kesehatan umat di Gereja Santo Paulus.

Hal yang menarik dari perayaan Natal di Gereja Stasi Santo Paulus tahun ini tak lain adalah hiasan Natal itu sendiri, yaitu simbolisasi gua tempat Yesus dilahirkan, yang biasanya mengunakan bahan-bahan dari jerami, tahun ini menggunakan kumpulan roda motor yang dibuat oleh sekelompok Orang Muda Katolik (OMK) setempat.

Ide yang sangat kreatif dan unik dibuat tidak hanya sekedar simbolisasi, namun mengandung makna dan pesan yang sangat mendalam dari OMK itu sendiri, yakni: keteguhan, ketekunan dan lesetiaan hati para OMK dalam menghadapi kehidupan yang terus berputar, layaknya roda yang terus berputar.

Prosesi perayaan Natal Lereng Gunung Merapi di Gereja Stasi Santo Paulus, Ngargomulyo, Paroki Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah
Prosesi perayaan Natal Lereng Gunung Merapi di Gereja Stasi Santo Paulus, Ngargomulyo, Paroki Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah (KalderaNews/N.Susanti)

Selain itu, berbagai macam tanaman maupun hasil bumi semakin memeriahkan hiasan dalam perayaan Natal tahun ini, yaitu agar selalu mensyukuri atas apa yang ada dihasilkan oleh para petani di paroki tersebut, selain itu juga mempersembahkan seluruh hasil maupun kekayaan alam yang dihasilkan oleh umat di Stasi Santo Paulus yang notabene, latar belakang pencaharian umat di paroki ini adalah petani.

Natal tahun ini juga memberi kesan tersendiri bagi Romo Paroki Sumber, yakni Romo Ag. Sudarisman, Pr. Dalam perayaan Natal pagi tanggal 25 Desember, ia menyampaikan perayaan natal tahun ini merupakan perayaan yang sangat berkesan dari perayaan Natal sebelumnya, yakni panitia sangat mempersiapkan perayaan Natal tahun ini dengan sangat bagus dan terorganisir dengan sangat baik.

Ia lantas berpesana agar Natal tidak hanya dimaknai saat tanggal 25 Desember saja, namun dimaknai etiap hari d, sehingga kita akan akan selalu merasa terlahir kembali di setiap harinya.

“Selamat Natal 2021. Semoga cinta kasih Kristus selalu menggerakkan persaudaraan di tengah situasi yang pelik ini dan selamat menyongsong Tahun Baru 2022. Tuhan memberkati,“ pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*