Unpar – SMA Santa Maria 1 Bandung Perkuat Program Sekolah Penggerak Lewat Abdimas




Ilustrasi: Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. (KalderaNews.com/Dok.Unpar)
Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. (KalderaNews/Dok. Unpar)

BANDUNG, KalderaNews.com – Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bertujuan memperkuat Program Sekolah Penggerak, bekerjasama dengan SMA Santa Maria 1 Bandung.  

Pengabdian masyarakat (Abdimas) tersebut terkait dengan Profil Pelajar Pancasila.

Mengangkat tema “Implementasi kemampuan berpikir kritis dan pemahaman inklusi sosial dalam konteks kebhinekaan,” tim Abdimas Unpar dipimpin oleh Willfridus Demetrius Slga., S.S., M.Pd.

BACA JUGA:

Sementara itu dari pihak sekolah swasta, Santa Maria 1 Bandung penandatanganan kerjasama tersebut diwakili oleh Kepala Sekolah, Markus Sentot Sunardio.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang di gagas oleh salah satu universitas swasta terkenal di Bandung ini memiliki tujuan untuk memberikan support penuh terhadap Program Sekolah Penggerak demi mewujudkan visi pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Secara holistik, melalui Profil Pelajar Pancasila, sekolah swasta mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengelola proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik melalui teori berpikir kritis, pemahaman inklusi sosial, pengembangan modul pembelajaran untuk menggali potensi dan penguatan karakter mahasiswa.

Wilfridus juga mengatakan bahwa kerjasama dengan pihak sekolah Santa Maria 1 Bandung ini merupakan proyek pertama Fakultas Filsafat Unpar dengan sekolah swasta.

Ia juga menyinggung mengenai design thingking di abad 21 bagi generasi sekarang. Dimana ia mengatakan, berpikir kritis menjadi kompetensi yang mendasari ilmu-ilmu STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).

Dalam kegiatan Abdimas ini, pihak Unpar dan SMA Santa Maria 1 Bandung akan terlibat secara bersama-sama dalam pembuatan modul melalui role play, observasi, riset, workshop, desain alur modul, implementasi dan refleksi.

Diharapkan dengan kegiatan penguatan profil sekolah ini yang juga sesuai dengan target dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan dan Teknologi (Kemendikbud Ristek)

Realisasi dari program ini adalah untuk mengedukasi para guru di sekolah-sekolah untuk turut serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat demi memahami sudut pandang yang berbeda dan berperan aktif juga menyuarakan perbedaan dalam keberagaman.

*Jika artikel ini bermanfaat silakan dishare kepada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*