Hari Hutan Internasional, 21 Maret, Begini Sejarah dan Temanya Tahun Ini




Hari Pohon Sedunia. (Ist.)
Hari Pohon Sedunia. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap tanggal 21 Maret, dunia merayakan Hari Hutan Internasional atau International Forest Day. Perayaan ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan.

Perayaan Hari Hutan Internasional bermula ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memproklamirkan 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional pada tahun 2012. Hal untuk mendorong negara-negara melakukan upaya lokal, nasional, dan internasional yang demi kelestarian hutan, seperti kampanye penanaman pohon.

BACA JUGA:

Biasanya penyelenggara Hari Hutan Internasional adalah The Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Mereka biasa bermitra dengan negara anggota, dan organisasi terkait yang lain.

Tahun ini, Hari Hutan Internasional mengangkat tema “Forests and sustainable production and consumption”. Tema ini menjadi pengingat bagi warga dunia tentang pentingnya pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

Hutan yang sehat sangat penting bagi manusia dan planet ini. Hutan bertindak sebagai filter alami, menyediakan udara dan air bersih. Hutan adalah surga keanekaragaman hayati.

Hutan juga membantu mengatur iklim dengan mempengaruhi pola curah hujan, mendinginkan daerah perkotaan dan menyerap sepertiga dari emisi gas rumah kaca. Hutan pula yang memberi banyak komunitas dan masyarakat adat mata pencaharian, obat-obatan, makanan, dan perlindungan.

Tapi, setiap tahun manusia merusak dan menghancurkan sekitar 10 juta hektar hutan.

“Pada Hari Hutan Internasional ini, mari kita berkomitmen kembali pada hutan yang sehat untuk penghidupan yang lebih sehat. Sudah saatnya kita melakukan tindakan nyata. Ini berarti mengakhiri pola konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan yang membahayakan hutan kita. Dan itu berarti memberikan dukungan untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan kepada negara dan masyarakat yang membutuhkannya,” pesan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagi pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*